
Jakarta (ANTARA) –
Pemerintah mengumumkan, penerbangan internasional menuju Pulau Belitung kembali beroperasi pada Minggu (3/5), setelah beberapa tahun sebelumnya terhenti.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, momentum tersebut menandai babak baru bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan ekonomi daerah.
”Dampak ekonomi dan efek berganda dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Proyeksinya sangat optimis, pertumbuhan ekonomi di Pulau Belitung berpotensi melonjak, didorong kuat oleh devisa yang dibawa wisatawan internasional,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Penerbangan langsung antara Belitung dan Singapura kembali tersedia melalui layanan reguler oleh maskapai Scoot.
Baca juga: InJourney tambah 53 rute penerbangan perkuat konektivitas udara
Rute yang menghubungkan Bandara Changi dengan Belitung itu dioperasikan secara berkala setiap dua kali dalam sepekan dan mendapatkan respons yang cukup signifikan dari wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
Penerbangan perdana menggunakan pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi mencatat 80 penumpang kedatangan (load factor >70 persen).
Lebih lanjut, Haryo menerangkan bahwa aktivitas wisatawan asing tidak hanya berkontribusi pada sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga menciptakan efek berantai yang menjangkau pelaku usaha mikro hingga masyarakat lokal.
Perputaran ekonomi dari sektor tersebut cenderung lebih cepat dan langsung dirasakan dibandingkan sektor lain yang memiliki rantai distribusi lebih panjang.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
