Close Menu
Liputan Digital
    What's Hot

    Khofifah: Pesantren punya peran strategis pembentukan karakter bangsa

    May 19, 2026

    Astindo dorong sinergi industri pariwisata Indonesia lewat ANTX 2026

    May 18, 2026

    Huawei tengah uji baterai berkapasitas besar mulai dari 7000 mAh 

    May 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Khofifah: Pesantren punya peran strategis pembentukan karakter bangsa
    • Astindo dorong sinergi industri pariwisata Indonesia lewat ANTX 2026
    • Huawei tengah uji baterai berkapasitas besar mulai dari 7000 mAh 
    • BPBD Semarang: 556 KK terdampak banjir Tugu dan Ngaliyan
    • BGN Nabire optimalkan pelayanan 3B di triwulan II 2026
    • Anggota DPRD apresiasi sikap Gubernur NTB tolak kereta gantung Rinjani
    • KAI Percepat Penataan Perlintasan Sebidang untuk Memperkuat Keselamatan
    • JPU ajukan kasasi atas vonis bebas delapan bankir pada kasus Sritex
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Liputan Digital
    • Berita
    • Kasus
    • Aset
    • Bisnis
    • Tips
    Liputan Digital
    Home»Berita»Menbud upayakan pembangunan Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan
    Berita

    Menbud upayakan pembangunan Museum Syekh Yusuf di Afrika Selatan

    adminBy adminApril 29, 2026Updated:April 29, 2026No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Follow Us
    Google News Flipboard Threads
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Liputandigital.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan terbangunnya Museum Syekh Yusuf yang akan berfungsi sebagai Rumah Budaya Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan, sebagai langkah strategis memperkuat diplomasi kebudayaan.

    “Langkah ini telah dikoordinasikan dengan otoritas setempat serta Kementerian Luar Negeri, dan telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fadli dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu.

    Selain itu, lanjut dia, pihaknya berkomitmen mempercepat penetapan situs-situs di Banten Lama sebagai Cagar Budaya Nasional agar kelestarian living heritage seperti Masjid Agung tetap terjaga.

    Ia menekankan peran Syekh Yusuf sebagai pejuang paripurna. Syekh Yusuf adalah sosok komplit yang menyatukan kekuatan pemikiran melalui 50 karya tasawuf dengan aksi fisik melawan penjajahan.

    “Beliau adalah satu-satunya tokoh yang menyandang gelar Pahlawan Nasional di dua negara, Indonesia dan Afrika Selatan. Di tanah Banten inilah beliau mengabdi sebagai mufti sekaligus menantu Sultan Ageng Tirtayasa,” tegas Menbud.

    Hal itu ia sampaikan dalam “Peringatan 400 Tahun Kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari” sebagai momentum refleksi atas warisan intelektual dan perjuangan pahlawan lintas benua.

    Adapun peringatan empat abad ini menjadi catatan sejarah penting karena telah resmi masuk ke dalam agenda organisasi internasional UNESCO, menegaskan posisi Syekh Yusuf sebagai tokoh bangsa yang pengaruhnya diakui secara global.

    Rangkaian acara di halaman Masjid Agung Banten Lama ini diisi dengan berbagai program edukatif, mulai dari Diskusi Intelektual “Syekh Yusuf: Dulu, Kini, dan Nanti” yang menghadirkan pakar seperti Prof. Oman Fathurahman dan Mukhlis PaEni, hingga aksi kolektif Khatmil Quran bil Kitabah atau penulisan mushaf Al-Quran oleh 500 santri.

    Pengunjung juga dapat menyaksikan pameran manuskrip asli yang merupakan bagian dari UNESCO Memory of the World, serta menjelajahi ruang interaktif berbasis budaya.

    Peringatan ini ditutup dengan syahdu melalui pertunjukan musik religi oleh grup musik Debu serta pembacaan puisi kebangsaan oleh Ferry Sandi.

    Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 1.000 orang ini turut disaksikan oleh jajaran tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri.

    Melalui peringatan ini, Kementerian Kebudayaan berharap nilai-nilai moral dan semangat juang Syekh Yusuf Al-Makassari dapat terus menginspirasi generasi muda.

    Kegiatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan upaya memperkuat jati diri bangsa dan posisi strategis Indonesia dalam kancah diplomasi budaya internasional melalui narasi tokoh yang membawa “Fajar Islam” hingga ke ujung Afrika.  (ant)

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin
    • Website

    Related Posts

    Kemensos dampingi keluarga korban tabrakan KA Argo Bromo-KRL di Bekasi

    April 29, 2026

    Kementrans siapkan Ekspedisi Patriot bagi 1.400 peserta tahun ini

    April 29, 2026

    Presiden Prabowo dorong hilirisasi untuk kuasai sumber daya nasional

    April 29, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    10 Trends From Year 2020 That Predict Fashion Popularity

    April 20, 2021

    Review: Relax, Recline And Dine At Hilton Rijeka Costabella Beach

    April 15, 2021

    Qatar Airways Helps Bring Tens of Thousands of Seafarers

    April 15, 2021

    Subscribe to Updates

    Get the latest sports news from SportsSite about soccer, football and tennis.

    Advertisement
    Demo
    Demo
    Don't Miss

    Khofifah: Pesantren punya peran strategis pembentukan karakter bangsa

    adminMay 19, 2026

    Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan pondok pesantren…

    Astindo dorong sinergi industri pariwisata Indonesia lewat ANTX 2026

    May 18, 2026

    Huawei tengah uji baterai berkapasitas besar mulai dari 7000 mAh 

    May 17, 2026

    BPBD Semarang: 556 KK terdampak banjir Tugu dan Ngaliyan

    May 16, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.