
Liputandigital.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati menilai penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan langkah strategis yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah masih adanya anak yang tidak sekolah.
“PKBM memiliki peran penting sebagai solusi fleksibel untuk menekan angka anak tidak sekolah karena mampu menjangkau masyarakat dengan berbagai keterbatasan yang tidak dapat diakomodasi oleh sistem pendidikan formal,” ujar Kurniasih di Jakarta, Rabu.
Ia kemudian mengingatkan pentingnya penguatan kualitas PKBM melalui integrasi keterampilan praktis, kewirausahaan, dan literasi digital agar lulusan tidak hanya kembali ke jalur pendidikan, tetapi juga memiliki bekal kemandirian ekonomi.
Upaya itu, kata dia, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia dalam Astacita yang menempatkan pendidikan inklusif dan pemerataan akses sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global.
Sejalan dengan hal itu, Kurniasih menyatakan menyambut positif komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam memperkuat akses pendidikan melalui jalur nonformal dan informal sebagai bagian dari upaya menurunkan angka-anak tidak sekolah.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa penguatan PKBM berbasis pembelajaran jarak jauh menjadi pendekatan yang relevan untuk memastikan anak-anak, seperti anak dari pekerja migran Indonesia (PMI) yang berisiko tinggi mengalami putus sekolah akibat mobilitas orang tua, tetap memperoleh akses pendidikan yang berkelanjutan dan terhubung dengan sistem pendidikan nasional.
Selain itu, Kurniasih juga menyoroti pentingnya optimalisasi program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari strategi percepatan penurunan kasus anak tidak sekolah. Menurut Kurniasih, program ADEM yang saat ini telah menjangkau 4.616 penerima dalam skema quick win perlu diperluas, khususnya bagi anak-anak pekerja migran.
“Perluasan Beasiswa ADEM bagi anak PMI menjadi langkah konkret yang dapat memperkuat intervensi pemerintah dalam menurunkan angka anak tidak sekolah. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga memberikan keberlanjutan bagi mereka untuk menyelesaikan pendidikan menengah,” kata dia. (Ant)
