Liputandigital.com – Insiden meninggalnya pekerja di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, diduga bukan kejadian pertama. Dalam kurun waktu April hingga Mei 2026, dilaporkan telah terjadi beberapa kasus kematian pekerja di kawasan tersebut.
Terbaru, seorang Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di lingkungan PT Kayong Aluminium Nusantara (KAN) yang beroperasi untuk PT Dharma Inti Bersama (DIB), dilaporkan meninggal dunia pada Selasa (12/5/2026).
Kapolres Kayong Utara, AKBP Adi Prabowo, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Betul, kejadian tanggal 12 Mei 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menyebutkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah karyawan yang berada di lokasi kejadian untuk mendalami peristiwa tersebut.
“Betul, sudah berproses pemeriksaan terhadap beberapa karyawan. Lebih jelasnya silakan hubungi Kasat Reskrim,” kata Adi Prabowo.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Rabu (13/5/2026) waktu subuh, setelah insiden terjadi pada dini hari di area KIPP. Namun, waktu pasti kejadian masih belum diketahui.
Seorang pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di kawasan industri tersebut.
“Ketika ada kejadian ini, sinyal di KIPP langsung di-shutdown,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam rentang April hingga Mei 2026, sudah terdapat beberapa pekerja yang meninggal dunia di lokasi yang sama.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan PT Dharma Inti Bersama (DIB) melalui Vice President Corporate Communication Prisca Niken belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan.
