{"id":9708,"date":"2026-05-05T09:17:46","date_gmt":"2026-05-05T09:17:46","guid":{"rendered":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/2026\/05\/05\/idai-tekankan-pentingnya-vaksinasi-meski-asi-sudah-tercukupi\/"},"modified":"2026-05-05T09:17:46","modified_gmt":"2026-05-05T09:17:46","slug":"idai-tekankan-pentingnya-vaksinasi-meski-asi-sudah-tercukupi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/2026\/05\/05\/idai-tekankan-pentingnya-vaksinasi-meski-asi-sudah-tercukupi\/","title":{"rendered":"IDAI tekankan pentingnya vaksinasi meski ASI sudah tercukupi"},"content":{"rendered":"<p><br \/>\n<br \/><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/img.antaranews.com\/cache\/800x533\/2026\/05\/05\/WhatsApp-Image-2026-05-05-at-13.07.12.jpeg\" \/><\/p>\n<div>\n<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya vaksinasi meskipun kebutuhan anak mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) telah tercukupi.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak semua yang ada dalam kandungan ASI tersebut bisa menjaga penyakit tertentu. Contohnya, kenapa setelah bayi lahir mulai diberikan vaksin hepatitis, diberikan vaksin polio, dan juga vaksin difteri, pertusis dan tetanus?&#8221; kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.<\/p>\n<p>Rodman mengatakan vaksinasi memiliki manfaat yang berbeda dari ASI karena memberi perlindungan secara spesifik. Apabila ASI dapat memberikan perlindungan secara umum dan mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, vaksin dapat meningkatkan perlindungan pada penyakit yang penularannya jauh lebih bahaya bagi kesehatan.<\/p>\n<p>Beberapa penyakit yang perlu mendapatkan perlindungan secara spesifik dari vaksin seperti hepatitis, polio, difteri hingga tetanus.<\/p>\n<p><span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5552032\/idai-sebut-imunisasi-rutin-bisa-cegah-klb-penyakit-menular\" title=\"IDAI sebut imunisasi rutin bisa cegah KLB penyakit menular\">IDAI sebut imunisasi rutin bisa cegah KLB penyakit menular<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p>Seluruh penyakit itu berasal dari virus yang berada di luar tubuh bayi. Sejumlah penyakit bahkan lekat kaitannya dengan kontak fisik, yang risikonya mungkin dapat datang dari anggota keluarga terdekat.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya, dicium oleh orang tuanya, dicium oleh neneknya, ada yang menggendong mungkin belum siap tangan, atau lagi masa inkubasi, dia sebetulnya sedang sakit tapi tidak sadar, dia cium-cium, cucunya cium-cium, mulailah terpapar dan akhirnya bayi jadi sakit,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Meski demikian, Rodman menekankan seluruh pihak sepakat bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi sampai usia 6 bulan, dan akan lebih baik jika dilanjutkan hingga usia 2 tahun.<\/p>\n<p>ASI juga mengandung berbagai macam protein, karbohidrat dan antibodi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Dia menyebut antibodi dalam ASI akan membentuk imunitas yang melindungi bayi dari berbagai infeksi.<\/p>\n<p>&#8220;ASI bisa meningkatkan imunitas, menjaga (bayi dari) infeksi, juga menjaga energi. Jadi sangat lengkap, karena dikatakan satu tetes ASI itu kandungannya sangat luar biasa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia berharap masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilah informasi di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan memahami manfaat besar yang diberikan oleh vaksin. Dengan demikian anak-anak dapat terhindar dari berbagai penyakit menular berbahaya dan dapat tumbuh lebih optimal.<\/p>\n<p><span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5547833\/idai-ikuti-proses-hukum-untuk-sanksi-daycare-yang-menelantarkan-anak\" title=\"IDAI ikuti proses hukum untuk sanksi daycare yang menelantarkan anak\">IDAI ikuti proses hukum untuk sanksi daycare yang menelantarkan anak<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p><span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5546433\/idai-nilai-klasifikasi-usia-pada-pp-tunas-dinilai-sesuai-tumbuh-kembang-anak\" title=\"IDAI nilai Klasifikasi usia pada PP Tunas dinilai sesuai tumbuh kembang anak\">IDAI nilai Klasifikasi usia pada PP Tunas dinilai sesuai tumbuh kembang anak<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p><span class=\"baca-juga\"><b>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5539144\/idai-sebut-vaksin-influenza-trivalen-aman-diberikan-kepada-balita\" title=\"IDAI sebut vaksin influenza trivalen aman diberikan kepada balita\">IDAI sebut vaksin influenza trivalen aman diberikan kepada balita<\/a><\/b><\/span><\/p>\n<p class=\"text-muted mt-2 small\">Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti<br \/>Editor: Mahmudah<br \/>Copyright \u00a9 ANTARA 2026<\/p>\n<p class=\"alert alert-info mt-2 small\">Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5554697\/idai-tekankan-pentingnya-vaksinasi-meski-asi-sudah-tercukupi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya vaksinasi meskipun kebutuhan anak mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) telah tercukupi. &#8220;Tidak semua yang ada dalam kandungan ASI tersebut bisa menjaga penyakit tertentu. Contohnya, kenapa setelah bayi lahir mulai diberikan vaksin hepatitis, diberikan vaksin polio, dan juga vaksin difteri, pertusis dan tetanus?&#8221; kata Anggota Unit<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9709,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9708","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9708"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9708\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/liputandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}