BERBAGI

Mataram – Akhirnya Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Provinsi NTB pada Senin (13/5) sekira pukul 00.30 WITA.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Provinsi NTB di Hotel Lombok Raya dimulai sejak Selasa lalu (7/5).

Hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi NTB untuk pilpres menyebutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi meraih  2.011.319 suara (67,89%), sedangkan pasangan petahana nomor urut 01 meraih 951.242 suara (32,11%). Kondisi ini mengulang kemenangan Prabowo di NTB atas Jokowi seperti yang terjadi pada Pilpres 2014.

Suhardi menyampaikan suara sah di NTB mencapai 2.962.561 suara, sedangkan suara dinyatakan tidak sah sebesar 78.125. Sehingga total suara sah dan tidak sah sebesar 3.040.686 suara.

“Untuk pemilu 2019, jumlah DPT di NTB sebanyak 3.667.253 orang, DPTb sebanyak 13.456 orang, dan DPK sebanyak 111.347 orang sehingga total jumlah DPT, DPTb, dan DPK mencapai 3.792.056 suara” papar Suhardi Ketua KPUD NTB

Suhardi merinci untuk penggunaan hak pilih pada DPT sebanyak 2.921.077 orang, DPTb sebanyak 9.881 orang, dan DPK sebanyak 109.728 orang. Total pemilih di NTB mencapai 3.040.686 orang.

Suhardi mengatakan bahwa proses pemilu hingga rapat pleno rekapitulasi suara di NTB berjalan dengan lancar. Dan NTB telah berhasil melaksanakan pemilu secara serentak di 15.989 TPS yang ada di 10 kabupaten dan kota di NTB.

Rekapitulasi KPU NTB : Prabowo-Sandi Unggul 67,89% - liputandigital.com
Rekapitulasi KPU NTB : Prabowo-Sandi Unggul 67,89% – liputandigital.com

“Kalau di provinsi lain ada yang tidak serentak, kalau kita serentak di 15.989 TPS, artinya kita bisa melaksanakan dengan baik pemilu ini,” ucap Suhardi.

Mengenai protes yang dilakukan para peserta dan saksi peserta pemilu, Suhardi menilai hal tersebut merupakan dinamika dalam pesta demokrasi.

“Kalau ada protes hasil itu ada mekanisme, dikroscek bahkan sampai buka kotak suara dan hitung ulang surat suara, itu bagus dari keterbukaan kita,” kata Suhardi menambahkan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here