BERBAGI

Ternate – Kampanye terbuka yang di lakukan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden kubu Petahana yang berlokasi di Lapangan Pelabuhan Perikanan Bastiong Ternate, Maluku Utara, pada (7/4/2019) lalu, nyatanya meninggalkan sebuah masalah. Kiki Nuraini yang menjadi Koordinator massa kampanye capres-cawapres kubu Petahana di Maluku Utara, mengungkapkan jika hingga sekarang ini, mereka belum diberikan bayaran pihak panitia.

Kiki menyatakan, jika kampanye tersebut digagas oleh Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara. Seperti dengan perjanjian awal, peserta kampanye akan di berikan uang Rp 50.000 per orang setelah melakukan kampanye tersebut. Hal itu di sampaikan oleh Kiki saat berada di Ternate, pada (10/4/2019).

“Tapi sampai sekarang dorang (mereka – pihak panitia) belum kasih (uang). Saya ditagih massa kampanye. Karena saya koordinator,” ungkap Kiki.

Karena selalu dituntut untuk secepatnya memberikan bayaran mereka, Kiki kemudian mengeluh lewat tulisan yang diunggah lewat akun media sosial Facebook. Tetapi, dua unggahan itu kemudian di hilangkan. Unggahan tersebut di hilangkan sebab di minta oleh pihak aliansi.

Tagih Uang Rp. 50 Ribu Ke Tim Panitia, Pendukung Petahana Di Intimidasi
Tagih Uang Rp. 50 Ribu Ke Tim Panitia, Pendukung Petahana Di Intimidasi (liputandigital.com)

“Pihak aliansi yang minta. Jadi saya hapus. Tapi mereka janji akan cairkan uangnya. Tapi sampai sekarang belum,” jelas Kiki.

Kiki menuturkan, kemarin dia melakukan pertemuan dengan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara yakni Akmal Iskandar Alam. Mereka mengulas kembali soal masalah yang terjadi saat itu.

Di dalam pertemuan tersebut, Kiki menyatakan jika Akmal kerap mengimbau untuk menghilangkan unggahan itu, sebab proses pencairan anggaran dana tersebut di janjikan akan secepatnya dilakukan. Apalagi, Kiki menyatakan, kerap di intimidasi oleh pihak tersebut. Usai melakukan pertemuan tersebut, Kiki di minta oleh Akmal menunggu di salah satu pelabuhan penyeberangan speedboat di Ternate.

“Kalau kita (saya) mau lawan ngana (kamu), bisa. Karena jumlah torang (kami) banyak. Sedangkan ngana (kamu – Kiki) hanya seorang diri,” pungkas Kiki yang menirukan Ketua Aliansi Anak Negeri Indonesia Timur Maluku Utara itu.