BERBAGI

Jakarta – Calon Presiden Koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto menyindir terkait dengan ungkapan KPK yang menyebutkan terdapat kebocoran anggaran negara yang jumlahnya mencapai Rp 2.000 triliun. Temuan KPK tersebut mengingat kembali saol ungkapan Prabowo di Pilpres 2014 lalu yang menyatakan, jika tedapat kebocoran dana sampai Rp 1.000 triliun.

Tetapi, pada saat itu Prabowo dicela. Hal itu di sampaikan oleh Prabowo saat berada di Balai Kartini, Jakarta, pada (5/4/2019).

“Kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Waktu itu saya menghitung saya diejek, minimal Rp 1.000 triliun, bukan dibantah, bukan disanggah. Diejek. Ada sebagian elite kerjanya menghina dan mengejek,” ungkap Prabowo.

“Saya bersyukur alhamdulillah dua hari lalu kalau tidak salah, salah satu pimpinan KPK (mengatakan) kebocoran yang dihitung KPK Rp 2.000 triliun. Bahkan, ada menteri-menteri pemerintahan sendiri yang mengatakan lost kita di sektor-sektor tertentu bahkan lebih dari itu. Jadi, akhirnya, yang benar siapa?” sambutnya.

Selain itu juga, para anggota Gerakan Elaborasi Rektor, Akademisi, Alumni, dan Aktivis Kampus yang menjadi peserta yang hadir di dalam kegiatan tersebut menjawab nama Prabowo.

“Prabowo!” tutur mereka serentak.

Mantan Danjen Kopassus itu merasa senang, jika perhitungan KPK dua kali lipat dari perkiraan yang dikatakan olehnya. Dia pun sempat mengisahkan soal pengalamannya ketika menjadi tentara, sebab sering mengajukan anggaran paling tertinggi untuk keperluannya agar tidak tercengang.

“Ada yang mengatakan Prabowo itu apa, dia enggak punya gelar kok berani bicara ekonomi. Saya memang tidak punya gelar akademis formal, tapi saya berhitung masih bisa,” kata dia.

Prabowo : Dulu Dihina Soal Dana Bocor Rp 1.000 T, Namun KPK Ungkap Dua Kali Lipat Darinya (liputandigital.com)
Prabowo : Dulu Dihina Soal Dana Bocor Rp 1.000 T, Namun KPK Ungkap Dua Kali Lipat Darinya (liputandigital.com)

Setelah itu, dia meminta untuk menggambaran seberapa banyak swasembada pangan juga bahan bakar yang bisa diciptakan dengan uang sebanyak Rp 1.000 triliun.

“Bisa kita bayangkan ndak, apa yang bisa kita buat dalam Rp 1.000 triliun? Hitungan saya, 1 hektare kita bikin sawah baru, atau kebun jagung baru. Jadi 1 juta hektare 3 miliar dollar. Dari kebocoran 1 tahun, kita bisa bangun 10 juta hektare. Saya hitung mungkin dengan 5 juta hektare pertanian, kita bisa swasembada bahan bakar energi,” ujar Prabowo.

“Jadi hitungan saya bukan hitungan, jadi bisa dibayangkan lost kita tiap tahun. Ini yang membuat saya mau maju sebagai presiden Indonesia,” imbuhnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini kemudian mempertanyakan, bagaimana caranya Indonesia bisa selamat jika pendapatan negara saja bocor sampai Rp 2.000 triliun sesuai dengan perhitungan KPK. Apalagi, dia menyatakan elite-elite Indonesia sekarang ini telah gagal untuk mengelola bangsa ini.

“Saya sedih Indonesia yang dibangun atas perjuangan berdarah ratusan tahun, pengorbanan Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Hasanuddin, I Gusti Ngurah Rai, pengorbanan mereka Daan Mogot, Yos Sudarso, kok kita generasi sekarang membiarkan kekayaan Indonesia diambil?” pungkas Prabowo.