BERBAGI

Jakarta – Calon presiden koalisi Adil Makmur Prabowo Subianto, menyatakan, kagum dengan pribadi pahlawan nasional yang berasal dari Bali, yakni I Gusti Ngurah Rai. Prabowo menilai, bahwa pribadi pahlawan tersebut mempunyai sifat ynag pantang menyerah untuk bisa melawan para penjajah.

Prabowo menyatakan, bahwa antusias I Gusti Ngurah Rai tersebut yang di jadikan contoh untuk berjuang dalam merealisasikan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dia mengharapkan agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang menang dan juga berdaulat. Hal itu di sampaikan oleh Prabowo saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Kapten Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, pada (26/3/2019)

“Di mana pasukannya satu batalion gugur semua, dari pada menyerah pada penjajah. Semangat inilah yang kita hormati semangat melawan penjajah, semangat membela bangsa Indonesia semangat Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi tetap satu untuk bangsa Indonesia menang,” ungkap Prabowo.

Dia menjelaskan, bahwa dia salut kepada masyarakat di Bali yang mempunyai sejarah keberanian untuk membela bangsa ini dari para penjajah. Maka dari itu, Prabowo menyatakan, bahwa dia tidak memiliki keraguan dengan antusias masyarakat Bali untuk mendukung adannya perubahan baik untuk Indonesia.

Prabowo Salut Terhadap Keberanian Rakyat Bali, Dalam Berjuang Demi Bangsa
Prabowo Salut Terhadap Keberanian Rakyat Bali, Dalam Berjuang Demi Bangsa (liputandigital.com)

“Saya ingin juga mengucapkan hormat saya kepada rakyat Bali rakyat yang berani, selalu militan melawan penjajah. Kita ingat I Gusti Ngurah Rai yang dikepung oleh Belanda tidak mau menyerah,” jelas Ketua Umum Partai Gerindra.

Di depan para pendukungnya, Prabowo menyebutkan, jika dia merasa sedih, sebab masih adanya kalangan-kalangan masyarakat yang hidup kesulitan. Oleh sebab itu, Prabowo menyampaikan berartinya sikap rela berkorban, seperti yang di contohkan oleh para pahlawan nasional terdahulu.

“Lebih baik saya hancur daripada rakyat saya menderita,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, bahwa seorang pemimpin telah seharusnya terbuka kepada semua rakyatnya. Keterbukaan tersebut menjadi salah satu modal yang sangat penting untuk menjadi seorang pemimpin.

“Seorang pemimpin tidak boleh sekali-sekali berbohong kepada rakyat. Harus memiliki sikap kesatria,” pungkas calon presiden no urut 02 itu.