BERBAGI

Jakarta – Adhie M. Massardi sebagai Ketua Umum Perkumpulan Swing Voters (PSV) Indonesia menyaksikan Debat Pilpres 2019 ketiga, pada 17/3/2019, dan dia menilai jika debat tersebut bisa menentukan pilihan untuk para pemilih. Sebab, bukan hanya kualitas dari capres saja yang di pertimbangkan di dalam Pilpres 2019, namun juga mutu dari cawapres juga patut untuk di perhitungkanoleh para pemilih.

Adhie mengungkapkan, walau bisa menentukan, daya tarik dari para kelompok swing viters hanya sebesar 15 %. Sementara jumlah sisanya di mayoritaskan oleh kualitas capresnya 45 % serta tim kerja kabinet lembaga kepresidenan 40 %.

“Pada Pilpres 2014, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki semua kekuatan itu, karena publik dijanjikan tim kerja yang akan dibangun Widodo-Kalla adalah kabinet profesional sebab tidak akan banyak memakai orang-orang partai politik,” ungkap Andhie.

Pilihan Dari Kalangan Swing Voters Untuk Prabowo-Sandi
Pilihan Dari Kalangan Swing Voters Untuk Prabowo-Sandi (liputandigital.com)

Dia menjelaskan, saat ini dewan pemerintahan saat ini banyak di dominasi oleh kalangan partai politik. Apalagi, pimpinan insitusi hukum yang semestinya berintegrasi serta tidak anggota kejaksaan juga kehakiman yang di ‘parpolkan’. Sampai, di tahun 2019 ini paslon kubu Petahana kekurangan suara yang cukup banyak di bidang daya tarik tim kabinetnya.
“Hal ini bisa dilihat dari semakin gemuknya koalisi parpol pendukung capres/cawapres 01, yang tentu saja akan mengurangi jatah kalangan profesional dalam struktur kabinetnya. PKB saja, misalnya, secara terbuka sudah membooking 10 kursi kabinet,” jelas dia.

Membahas soal Pilpres 2019 saat ini, daya tarik optimal yang di miliki oleh tim Petahana pada Pilpres 2014 lalu, berpindah arah ke pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabwoo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Nilai kecapresan Prabowo di berikan angka 45 %, kemudian nilai Sandi sebagai cawapres sebanyak 15%, serta tim kerja yang berada di balik paslon no urut 02 di nilai 40%.

“Jadi debat antarcawapres tadi malam menjelaskan bahwa Sandi berhasil mengoptimalkan nilai yang 15 persen itu. Sementara Maruf Amin, meskipun tampil lebih baik dari yang diduga orang, tapi nilai yang diperoleh tidak signifikan karena posisinya dibayang-bayangi oleh sosok Jusuf Kalla, posisi yang digantikannya,” pungkas Andhie