BERBAGI

Jakarta – Calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto mengungkapkan, jika banyak intel yang saat ini memberikan dukungan kepadanya dan juga Sandi. Hal tersebut di dapatinya di sejumlah tempat kampanyenya.

Di dalam kegiatan perbekalan saksi yang di datangi juga oleh Rachmawati Soekarno Putri selaku Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono sebagai Juru Bicara BPN, sampai juga Neno Warisman, Prabowo kembali mengungkapkan soal adanya intel yang di selip di dalam timnya. Prabowo mengungkapkan, ketika mendatangi pembekalan relawan yang berlokasi, Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timut, pada 15/3/2019.

“Tolong yang intel angkat tangan. Tidak, sekarang banyak intel pro kita kok,” ungkap Prabowo.

Dia menuturkan, jika sangkaan tersebut dari tampang-tampang yang masih belum dia kenali hingga saat ini. Dia bergurau, ada yang ngumpet di belakang.

“Nah ada juga di sini yang menyusup, kelihatan dari mata dan mukanya orang lain. Aku lihat, aku bisa lihat, coba saya uji coba sekarang. Ada yang ngumpet di belakang,” tutur Prabowo.

Prabowo mengimbau pendukungnya untuk terus kompak hingga hari pencoblosan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang di lakukan pada 17/3/2019 ini.

Prabowo : Sekarang Banyak Intel Pro Kita Kok
Prabowo : Sekarang Banyak Intel Pro Kita Kok (liputandigital.com)

“Saudara-saudara percayalah, selama sejarah manusia, sepanjang sejarah manusia, tidak ada kekuatan yang bisa melawan kekuatan rakyat. Tidak ada. Jadi saudara-saudara, kita sekarang tinggal bekerja keras untuk 32 hari terakhir,” jelas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengharapkan, agar para pendukungnya bisa melindungi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Prabowo pun mengungkapkan, jika timnya tidak sanggup untuk membayar saksi di masing-masing TPS.

“Karena itu saya mohon di tempat masing-masing, RT masing-masing mengorganisir masing-masing datang ke TPS, kalau perlu bikin dapur umum,” ujar Prabowo.

Tapi, hal tersebut bukan berarti dia tidak sanggup untuk mendanai saksi. Tapi dia percaya, jika seluruh masyarakat Indonesia dapat menjadi saksi di TPS.

“Bukan kita miskin, kalau dibandingkan dengan antum-antum mungkin kita tidak miskin tapi kita enggak mampu untuk sekian juta saksi. Kita enggak mampu, tapi saya percaya rakyat kita yang seluruhnya akan jadi saksi,” pungkas calon presiden no urut 02 itu.