BERBAGI

Surabaya – Salah satu politisi di Indonesia saat ini berhasil di tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Romahurmuziy yang menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam berita yang beredar penjeratan yang di jalankan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur di Sidoarjo, Jawa Timur.

Pada saat ini Romy, yang tengah menjalani penyelidikan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di salah satu ruangan yang berada di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, di Jl. Ahmad Yani, Surabaya. Agus Rahardjo selaku Ketua KPK sebelum itu, telah membetulkan soal penjeratan Romy. Tetapi, dia belum menerangkan secara terperinci terkait dengan persoalan itu. Agus menilai, jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memutuskan status orang-orang yang di tangkap dalam jangak waktu 1 x 24 jam.

“Tunggu konferensi pers lanjutan di KPK nanti malam atau besok pagi,” ungkapnya.

Kombes Pol Frans Barung Mangera sebagai Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur ketika di tanya oleh para wartawan, memastikan jika adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di jalankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kakanwil Kemenag, pada pukul 09.00 WIB. Tetapi, dia tidak menyampaikan keterangan yang lebih detail.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy Di Bekuk Oleh KPK Di Sidoarjo (liputandigital.com)
Ketua Umum PPP Romahurmuziy Di Bekuk Oleh KPK Di Sidoarjo (liputandigital.com)

“Itu ranah KPK, coba tanya KPK,” tutur Barung.

Selain itu, Markus yang menjadi Kepala Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menyatakan, jika Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan kepada Romahurmuziy tidak memiliki hubungannya dengan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI). Hal itu di sampaikan olehnya, pada 15/3/2019.

“Saya sudah baca beritanya yang mengabarkan tadi pagi ada penangkapan seorang ketua umum partai politik di Kantor Kanwil Kemenag Sidorajo. Sudah saya cek, tidak ada itu,” ujarnya.

“Intinya tidak ada OTT di kantor Kemenag Sidoarjo atau wilayah Kanwil Kemenag Jatim lainnya tadi pagi,” tutup Markus.