BERBAGI

Jakarta – Pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen untuk mendirikan 2 hingga 3 juta rumah per tahun bila nantinya memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden 2019.

Suhendra Ratu Prawiranegara selaku salah satu Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan, bila persoalan perumahan tersebut menjadi salah satu pengutamaan dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Koalisi Adil Makmur itu. Hal itu di sampaikan olehnya pada 5/3/2019.

“Backlog perumahan itu termasuk sangat besar. Per tahun itu sekitar 930.000 unit. Diprediksi di 2020 nanti akan ada backlog di kisaran 20 juta unit. Ini yang jadi persoalan,” ungkapnya.

Suhendar menjelaskan, agar dapat menyelesaikan persoalan itu, bila Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019, mereka akan mendirikan perumahan sekitar 2 hingga 3 juta unit per tahunnya. Angka itu lebih banyak dari pada strategi 1 juta rumah dari pemerintah sekarang ini.

“(Program 1 juta rumah) Itu kan hanya sebatas jargon. Nanti kami akan lebih dari 3 juta rumah, kami akan menargetkan 2-3 juta unit (per tahun) dalam 5 tahun pertama,” ujar Suhendra.

Prabowo-Sandi Komitmen Dirikan 2-3 Juta Rumah Pertahun
Prabowo-Sandi Komitmen Dirikan 2-3 Juta Rumah Pertahun (liputandigital.com)

Bukan hanya itu saja, pasangan calon presiden dan wakil presiden no urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno pun akan membuat perombakan dari segi kebijakan perumahan baik di jenjang pusat atupun juga jenjang daerah. Hal tersebut di lakukan, dengan tujuan, agar nantinya masyarakat Indonesia dpaat semakin mudahnya untuk mempunyai rumah tinggal.

“Solusi perumahan kan sudah jelas. Waktu Bang Sandi menjadi wakil gubernur sudah ada program DP 0 persen. Itu sebagai contoh saja kami punya treatment lain. Dan kemudian tadi, kami akan meminimalisir, sinkronisasi antara aturan pusat dan daerah,” pungkas Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini.

Di harapkan dengan seperti itu, tak ada lagi masyarakat yang memiliki tempat tinggal yang tidak layak. Sebab, hingga saat ini masih banyak sekali masyarakat yang memiliki tempat tinggal tidak layak untuk di huni. Hal tersebut berdampak dari sulitnya untuk mendapatkan tempat tinggal karena harga yang mahal.

Semoga dengan terpilihnya Prabowo-Sandi, dapat membantu untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik lagi. Dan juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia.