BERBAGI

Mojokerto – Muhammad Yusuf meneteskan air mata ketika berjumpa dengan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto yang merupakan mantan komandannya. Setelah itu, purnawirawan angatan darat tersebut sontak memeluk Prabowo yang tengah berdiri di hadapannya.

Mereka terlihat melakukan perbincangan di tengah-rengah ratusan massa yang menerima Prabowo di GOR Majapahit, Mojokerto, pada 24/2/2019 kemarin. Dia mendoakan agar Prabowo dapat menjadi presiden di Pilpres 2019 mendatang. Hal itu di sampaikannya sembari mengeluarkan air mata.

“Semoga bapak menjadi presiden, saya dukung bapak,” tuturnya.

Prabowo nampak menenangkan Yusuf dan kemudian memeluknya dengan erat.

“Terimakasih atas doanya,” bisik Prabowo.

Yusuf dengan sengaja datang ke Mojokerto sebab, sangat ingin berjumpa dengan Prabowo Subianto. Dia pun berkelana untuk memastikan bahwa teman-temannya untuk memilih Prabowo sebagai Presiden.

“Begitu saya tahu jadwalnya langsung kesini, saya kemarin dari Banyuwangi,” ujar Yusuf.

Yusuf mengungkapkan, bahwa dia sudah lama menjadi bawahan Prabowo. Di juga sangat mengenal Prabowo ketika Prabowo masih menjadi perwira menengah.

“Karena beliau saya bangga dan semoga menjadi presiden,” ungkapnya.

Dia mengisahkan, dia menemani Prabowo saat bertugas di Timor Leste puluhan tahun yang lalu. Dia menilai, bahwa Prabowo merupakan seorang atasan yang sangat ingat dan juga peduli dengan bawahannya. Yusuf masih sangat ingat, saat dia harus makan satu piring berdua, saat sedang berada di hutan, di wilyah  Viqueque, Timor Leste.

Harunya Mantan Anak Buah Bertemu Dengan Prabowo Subianto Di Mojokerto (liputandigital.com)
Harunya Mantan Anak Buah Bertemu Dengan Prabowo Subianto Di Mojokerto (liputandigital.com)

“Waktu itu kami makan sepiring berdua, saya pertama nggak mau. Tapi Pak Prabowo ngotot memerintah saya harus makan,” ungkapnya.

Yuduf pun masih ingat betul seperti apa Prabowo pernah berperang di Mapenduma melawan para pemberontak di Papua. Pada saat itu, dia bersama dengan Prabowo mengincar para pemberontak untuk menjarah sandera. Walau di berikan tembakan dari atas bukit, Prabowo dan juga anak buahnya terus pantang menyerah untuk mengincar.

“Kita kontak tembak di hutan, Pak Prabowo juga ikut bertempur waktu itu,” tutur Yusuf.

“Beliau memimpin langsung. Sebagai komandan dia tidak hanya duduk di kursi, tapi beliau di lapangan. Kalau orang berbicara tidak benar saya nggak percaya. Karena saya puluhan tahun bersama beliau. Hidup mati bersama beliau,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here