BERBAGI

Jakarta – Rakyat kembali merasa kecewa. Kekecewaan tersebut di timbulkan dari tinggi harga dan juga meroketnya biaya berbagai macam layanan masyarakat, mereka pun di berikan informasi BPS di mana keadaan ekonomi Indonesia macet. Dan jauh dari apa yang di besar-besarkan oleh pemerintah sebagai suatu keberhasilan.

Kekecewaan mereka dengan kegagalan pemerintah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi di nilai hal yang wajar. Karen, presiden sekarang ini memang tidak dapat memenuhi janjinya.

Komitmen Presiden, yakni ekonomi Indonesia tumbuh sampai 7 persen. Namun oada kenyataannya terlihat lain, wejud perkembangan ekonomi di tahun 2018 haanya sebanyak 5,17 persen.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief juga menilai pencapaian tersebut merupakan hal yang memilukan. Sebab, Indonesia kalah dalam bersaing dengan negara-negara lain di kawasan, yang biasanya berada di peringkat bawah. Hal itu di sampaikan olehnya melalui akun Twitter pribadinya, pada 7/2/2019.

“Memalukan, pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh di bawah Filipina dan Vietnam. Presidennya ngapain aja selama ini,” tuturnya.

Karena alasan itu, Andi mengimbau pemerintah untuk koreksi diri dan juga tidak mencari alasan untuk menutupi kegagalan itu.

“Kenapa yang jadi biang keladi hoax dan propaganda Rusia. Kurang tahu diri,” jelasnya.

Kubu Petahana bergantian di serang. Di katakannya mereka memakai konsultan asing politik dari MAerika Serikat, yakni Stanley Greenberg.

Kekecewaan Masyrakat Soal Ekonomi Indonesia Mandek Dan Kegagalan Pemerintahan Sekarang
Kekecewaan Masyrakat Soal Ekonomi Indonesia Mandek Dan Kegagalan Pemerintahan Sekarang (liputandigital.com)

Hal tersebut timbul, usai Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mempertanyakan hal tersbeut. Dia mengutip dari website www.political-strategist.com. Yang menyatakan bahwa salah satu kliennya yakni pasangan kubu Petahana.

Ketika di konfirmasi terkait dengan itu, Kubu Petahana menyatakan, bahwa tudingan tersbeut merupakan hoaks. Hal itu di sampaikan oleh capres kubu Petahana setelah Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis 7/02/2019.

“Hoax itu, dijawab, enggak perlu dijawab,” tuturnya.

Hal tersebut menurutnya, telah menjadi ciri khas dari capres kubu Petahana jika tak bisa memberikan informasi untuk membantah tuduhan dari lawan, sampai dia menjauh dengan menyatakan kata “hoax”. Kata “hoax” di gunakan untuk membantah pernyataan dari tim Prabowo-Sandi. Termausk juga dalam sektor ekonomi. Tim Prabowo menilai, bahwa capres kubu Petahana gagal untuk memenuhi komitmennya ekonomi tumbuh sampai 7 persen, karena memang hal tersbut terlalu tidak tanggung-tanggung. Kemudian untuk menutupi kegagalan tersbeut selalu menyatakan ‘hoax’ dengan tujuan agar apa yang di ungkapan oleh tim Prabowo tidak dapat di percaya oleh masyarakat luas.

“Tapi masyarakat kan tidak bodoh. Rakyat baca data BPS, merasakan langsung sulitnya hidup, harga barang mahal, tarif tarif naik, usaha macet, apa itu hoax. Ya terlalu kalau derita rakyat dianggap hoax,” pungkas Sulastri, seorang guru swasta di Gresik Kamis kemarin.