BERBAGI

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengatakan, bahwa tuduhan orde baru yang di berikan untuk calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto sama halnya dengan peristiwa yang terjadi di masa kepemimpinan Bj Habibi. Fahri juga menyerupakan pribadi Prabowo yang sama dengan pribadi BJ Habibie.

Lewat akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah, Fahri menyatakan, bahwa banyak kaum muda yang di bingungkan dengan framing periode orde baru (Orba) akan kembali muncul jika Prabowo-Sandi memimpin Indonesia. Sangkaan tersebut dama halnya dengan yang di alami oleh Habibie ketika menjadi pemimpin dulu. Hal itu di tulisnya pada 10/2/2019

Aku baca anak2 ABG dibodohi soal orde baru dan aktor2-nya. Mereka framing bahwa jika @prabowo – @sandiuno berkuasa akan kembali ke zaman orba. Untuk membuat catatan yang adil, ini persis seperti dulu mereka menuduh Habibie orba lalu menolak. Padahal BJH-lah penyelamat negara,” tulisnya.

Di dalam tulisan yang selanjutnya, Fahri menuturkan, bahwa pribadi sejumlah tokoh di belakang Prabowo. Sandi yang di usung sebagai wakilnya pun di percaya jauh dari orde baru. Karena, Sandi telah di padati dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan juga lari pagi.

“Wakilnya @sandiuno yang ngebayanginnya bisa marah aja susah. Orba apaan lu bang sandi? Saban hari kerja, bikin lapangan pekerjaan dan lari pagi,” tambahnya Fahri.

Fahri Hamzah Ungkap Tuduhan Untuk Prabowo Saat Ini Sama Seperti Habibie Dulu
Fahri Hamzah Ungkap Tuduhan Untuk Prabowo Saat Ini Sama Seperti Habibie Dulu (liputandigital.com)

Dia menuturkan, bahwa di pihak Prabowo-Sandi lebih banyak tokoh-tokoh reformis di golongan Orde Baru (Orba) seperti Ketua Umum Partai Demokrat yang juga sebagai Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Amien Rais. Seluruh partai pendukung Praboow itu adalah partai yang tercipta setelah reformasi, beda halnya degan pendukung pasangan capres-cawapres kubu Petahana.

Lihat aja tokoh2 di pasangan nomor 2. Rata2 dalah yang merupakan reformis di kalangan Orde Baru (SBY, Amien Rais, dll). Jika ada keluarga mantan presiden Suharto, rata2 menemukan alasan yang sama; karena para pengkhianat yang menikam Pak Harto berkumpul dengan petahana,” tutup Fahri Hamzah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here