BERBAGI

JAKARTA – Dalam acara yang di selenggarakan di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, salah satu yang memerikan orasinya ialah Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Mar’iyah yang pada saat itu mengatakan bahwa seorang pemimpin haruslah banyak – banyak membaca abuku, agar dapat mencipktakan tujuan Indonesi yang sesuai dengan amanat konstitusi. Dan Chusnul juga menilai bahwa pemimpin hendaknya hangan selalu membaca komik ‘Doraemon’

Dikutip pada Sabtu (26/1/2019) “Karena itu, kalau kita menginginkan ada pergantian pemerintahan di 2019, kita perlu kembali ke visi kebangsaan kita. Melindungi segenap rakyat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Apakah sudah sekarang ini? Kedaulatan negara ini diserahkan dengan sukarela tanpa rasa malu oleh rezim ke asing,” ujar Chusnul saat berorasi di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur. Apakah readers bisa melakukan itu apabila hanya membaca ‘Doraemon’? Kita membutuhkan oemimpin yang bisa membaca? sambungnya.

Setelah itu Chusnul mengatakan bahwa beberapa ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Chusnul menilai bahwa Indonesia saat ini sedang terjadi oligarki ekonomi serta oligari politik.

“Satu persen penduduk Republik Indonesia yang mungkin nanti Bang Noorsy (Ichsanuddin Noorsy) bisa jelaskan lebih lanjut. Menguasai 45,9 persen kekayaan, 72 persen tanah di republik ini dikuasai oleh 1 persen penduduk. Empat orang terkaya di republik ini kekayaannya dengan 100 juta rakyat miskin yang sebagian besarnya adalah perempuan,” ujar Chusnul.

Chusnul Mar'iyah Sindir Pemerintahan Yang Hanya Doyan Baca Doraemon
Chusnul Mar’iyah Sindir Pemerintahan Yang Hanya Doyan Baca Doraemon

Chusnul pun mengimbau agar masyarakat ikut menyukseskan Pemilu 2019 mendatang agar bisa berjalan jujur dan adil. Chusnul menginginkan agar masyarakat juga bisa ikut andil dalam mengawasi parpol serta penyelenggara pemilu.

“Pertama, yang harus diawasi parpol dan peserta pemilu,” katanya. Tak hanya itu Chusnul pun mengimbau agar masyarakat turut mengawasi kubu petahana. Karena Chusnul menilai bahwa kubu petahana memiliki aparat yang bisa mengakibatkan penyalahgunaan.

“Yang kedua siapa? Petahana. Kenapa petahana diawasi? Karena dia menguasai aparatus negara, menguasai APBN, menguasai APBD. Maka harus diawasi. Salah satu contohnya. Tolong kalau nanti sudah pulang ke daerah masing-masing. Diawasi itu dana desa, ada 74 ribuan kepala desa, lurah yang menerima dana desa dan itu bisa saja menjadi cara dan metode untuk menyandera para kepala desa. Mau 2 periode atau mau dipenjara?” pungkas Chusnul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here