BERBAGI

Jakarta – Dalam menghadapi debat yang kedua nanti pada bulan April 17 mendatang, salah satu kandidat yang juga sedang mempersiapkan diri ialah calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Melihat seperti waktu debat yang pertama , mendekati hari debat, seperti sebelumnya juga calon presiden nomor urut 02 tersebut akan melakukan diskusi bersama dengan beberapa orang yang ahli, maupun pakar-pakar yang berfokus di aspek energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan serta sumber daya alam yang tentunya semua itu merupakan tema yang akan dibahas dalam debat yang kedua nanti.

Dikutip pada Rabu (234/01/19) di Jl Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. “Mas Dradjad Wibowo termasuk yang kita undang kemudian orang-orang yang berkecimpung di energi pasti kita undang, yang pangan juga, sebagian mungkin karena beliau dosen atau ASN agak tidak berkenan untuk dipublis, sehingga kami hormati mereka tapi mereka berkontribusi,” kata Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Sudirman Said.

Dan juga menurut Sudirman Said di dalam debat nantinya Prabowo Subianto akan memerhatikan penganekaragaman energi. Dan untuk masalah tersebut juga Prabowo Subianto menginginkan agar bahan bakar fosil saat ini dikurangi, untuk jangka waktu sedang maupun jangka panjang.
“Selain itu, Impor BBM harus dikelola, tapi kekuatan energi baru terbarukan harus dibangun secara maksimal karena memang kita potensinya besar sekali,” ujar Sudirman Said.

Diversifikasi Energi Menjadi Fokus Prabowo Dalam Debat Kedua
Diversifikasi Energi Menjadi Fokus Prabowo Dalam Debat Kedua

Sudirman Said mengatakan bahwa, perencanaan tersebut sudah selaras dengan Undang-undang energi yang sudah ada saat ini. Cuman tinggal cara kerjanya pada pemerintahan saat ini infrastruktur energi terbarukan sangat kurang diperhatikan.

“Pembangunan energi baru ditinggal, market sama sekali tidak merasa diapresiasi dari sisi penguatan energi baru terbarukan,” pungkas Sudirman Said.

Dan apabila nantinya koalisi Prabowo – Sandi menangi Pilpres 2019 mendatang, maka nantinya segala perencanaan yang sudah direncanakan nantinya akan dijalankan dengan sesuai prosedur serta visi-misi yang memang sudah diusungnya.