BERBAGI

Jakarta – Dalam mengejar perolehan suara menuju Pilpres 2019, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi kan memfokuskan untuk di Pulau Jawa, dan terutama di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena kedua provinsi terssebut nantinya menajdi salah satu penentu perbandingan perolehan suara. Hal demikian disampaikan oleh Sudud Aliyudin selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Dikutip pada Senin lalu (21/01/19) “Berdasarkan hasil survei internal, elektabilitas pejawat mentok di bawah 50 persen dengan selisih yang tidak terlalu jauh, dan swing voters yang masih tinggi,” ucap Suhud.

Menurut penilaian dari Suhud, bahwa perolehan suara terbanyak berada di Jawa Barat, Banten, serta DKI, Sedangkan untuk di luar Pulau Jawa pihak Prabowo-Sandi optimis bisa unggul daripada petahan. Dalam masa kampanye serta debat capres akan menjadi penentu. Dikarenakan swing voters nantinya akan menjadi menetapkan pilihannya dalam masa ini. “Kami yakin swing voters akan menetapkan pilihannya pada kami,” ucapnya.

Berdasarkan hasil Median telah menampilkan bahwa elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi mengalami kemajuan. Dan dalam survei Median menampilkan juga bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi ada di angka sebanyak 38,7 persen.

Dan berdasarkan penelitian Median yakni Rico Marbun mengatakan elektabilitas kubu petahana sementara ini unggul dengan perolehan angka sebesar 47,9 persen. Dibandingkan dengan koalisi adil makmur sebanyak 38,7 persen. Dan untuk swing voters sebanyak 13,4 persen.

Prabowo-Sandi Akan Memfokuskan Pulau Jawa Sebagai Target Perolehan Suara Terbanyak
Prabowo-Sandi Akan Memfokuskan Pulau Jawa Sebagai Target Perolehan Suara Terbanyak

Kemudian hasil survei juga melihat adanya pertumbuhan suara untuk kubu petahana lebih terlihat tidak adanya perubahan kenaikan tajam. Diketahui bahwa kampanye kubu petahana terlihat kuat. Dikutip pada¬† Senin (21/01/19) “Pada survei November 2018, pasangan Jokowi-Ma’ruf itu 47,7 persen suara. Sekarang Januari 47,9 persen, hanya naik 0,2 persen. Relatif stagnan,” ucapnya pada saat merilis hasil survei,

Di lain sisi, angka elektabilitas pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi malah semakin bertumbuh. Walaupun masih secara bertahap. “Pasangan Prabowo-Sandiaga dulu waktu November 2018 meraih 35,5 persen. Sekarang naik 38,7 persen. Jadi bisa dilihat naik selisih 3,2 persen,”ujarnya.

Berdasarkan informasi dari survei Median yang diselenggarakan pada 6-15 Januari pada tahun 2019 dengan menggunakan multistage random sampling dan proposional. Median menghitung survei memakai jawaban dari 1.500 responden yang menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Angka margin of error survei Median sebanyak 2,5 persen.