BERBAGI

Jakarta – Isu-isu permasalahan pelanggaran Hak Asasi Manusia sudah pasti menjadi salah satu pembicaraan yang akan diangkat dalam debat perdana capres cawapres hari ini pada Kamis (17/01/19). Akan tetapi penyelesaian masalah HAM khususnya mengenai penghilangan paksa pada tahun 1998 tak belum juga usai, dinilai sebagai penyebab utama yang akan menjatuhkan kubu Prabowo-Sandi.

Mengenai permasalahan pelanggaran tersebut Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar menilai bahwa kasus yang menyeret nama Prabowo diprediksikan akan terus dibahas oleh kubu petahan dalam debat perdana nantinya. Karena kurun waktu 20 tahun terakhir, belum terdapat bukti yang menjelaskan apakah Prabowo benar terbukti ataukah tidak melakukan pelanggaran tersebut.

Dikutip pada Rabu (16/01/19) “Peluang isu itu akan dijadikan amunisi tentu tetap terbuka di mana pada 2009 dan 2014 pertanyaan itu selalu muncul dan selama itu pula Pak Prabowo belum bisa menjawab dengan cukup meyakinkan bahwa dia memang tidak terlibat,” ujar Wahyudi pada saat  diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat.

Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Wahyudi, pengamat politik dari Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan bahwa di debat nanti, Prabowo ada diposisi yang tersudutkan. Dan Ujang menilai bahwa nantinya Prabowo terus terhantui oleh kasus HAM tersebut. Han hal tersebut juga dinilai Ujang bahwa banyaknya kasus yang menimpa Prabowo yang selalu menggagalkan dirinya berkompetisi didunia politik.

BPN Prabowo-Sandi Klaim Perkara HAM Nanti Akan Menjadi Pertanyaan Biasa Untuk Prabowo
BPN Prabowo-Sandi Klaim Perkara HAM Nanti Akan Menjadi Pertanyaan Biasa Untuk Prabowo

“Rugi memang untuk Pak Prabowo. Ini jadi hantu yang tidak pernah selesai dan bahkan saya bilang sampai meninggal dunia karena proses peradilannya tidak pernah jalan,” ujar Ujang.

Menanggapi hal tersebut, kemudian dibantahkan oleh Wakil Ketua Badan Pemenengan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, bahwa dirinya mengatakan mengatakan pasangan capres-cawapresnya akan biasa-biasa saja apabila kubu petahana mempermasalahakan kasus HAM yang mengaitkan Prabowo Subianto. Pihak nomor urut 02 tersebut akan menganggap bahwa persoalan mengenai HAM adalah tidak menjadi masalah baginya.

Dikutip pada Rabu (16/01/19), Muzani mengatakan bahwa “Apapun pertanyaan dari pak Jokowi dan kiai Ma’ruf, kami menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa, kami tak merasa itu diserang atau dituduh karena menganggap kalau Jokowi menanyakan apa itu HAM, menganggapnya sebagai sebuah pertanyaan yang pak Jokowi menganggap ingin tahu lebih dalam tentang persoalan itu,” saat beradadi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tak hanya itu, debat perdana nanti, Muzani mengatakan bahwa Prabowo-Sandi juga akan menyampaikan sejumlah programprogram yang akan dilaksankan oleh Prabowo-Sandi apabila koalisinya menerima mandat pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.