BERBAGI

Jakarta – Salah satu permasalahan debat Pilpres perdana nanti yang penting untuk dibahas yakni permasalahan korupsi di Inndonesia. Ahmad Riza Patria, selaku Juru Debat Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan bahwa pihaknya Prabowo-Sandi sudah banyak menyinggong tentang persoalan ini pada beberapa kesempatan saat dirinya menyampaiakan orasinya.

Salah satunya pada saat Prabowo berpidato dalam asebuah acara “The World in 2019 Gala Dinner” yang dibuat oleh Majalah The Economist di Hotel Grand Hyatt Singapura, waktu lalu. Prabowo sampai menyatakan bahwa saat ini Korupsi di Indonesia layaknya Kangker stadium empat. Dikarenakan para petinggi negara, golongan anggota dewan, Menteri-menteri sampai hakim yang sudah banyak ditangkap oleh KPK.

Riza mengatakan “Kalau istilah Pak Prabowo ya, korupsi sudah merajalela. Korupsi ini sudah extraordinary crime. Jadi harus diberantas dengan cara luar biasa,”,saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, beberapa waktu lalu.

Riza juga menyatakan bahwa, KPK juga sudah banyak sekali mengadakan OTT kepada sejumlah pihak yang melakukan korupsi. Namun seakan-akan aksi yang dilakukan oleh KPK tak juga membuat banyak golongan aparat negara kapok untuk berhenti melakukan tindak korupsi di Indonesia.

Inilah Program Yang Akan Dibuat Prabowo-Sandi Dalam Menangani Masalah Korupsi
Inilah Program Yang Akan Dibuat Prabowo-Sandi Dalam Menangani Masalah Korupsi

Menurut Riza, sudah seharusnya pemberantasan korupsi dilakukan dengan cara yang luar biasa, apabila koalisi Prabowo-Sandi menaangi Pilpres 2019 nanti, banyak solusi yang dilakukannya dalam menangani masalah korupsi di Indonesia.

Riza tak merincikan program yang seperti apa yang dibuat oleh Prabowo-Sandi. Akan tetapi Riza berpendapat bahwa hukuman sosial bisa untuk diwujudkan.

“Itu saya kira efektif. Umpamanya foto dipajang di jalan-jalan, dihukum menyapu jalan protokol, saya kira itu hukuman luar biasa,” ujarnya.

Berdasarkan dengan visi-misi yang diperbaharui oleh Kubu Prabowo-Sandi, masalah korupsi terpilih dalam titik pusat yang ke tiga “Keadilan di bidang hukum dan demokrasi berkualitas”.

Dan apakah program-program yang dilakukan Prabowo-Sandi dalam mengatasi masalah korupsi di Indonesia? Berikut jawabannya.

Prabowo-Sandiaga menawarkan program aksi penguatan gerakan pemberantasan korupsi dengan cara:

  • Menguatkan gerakan pemberantasan korupsi secara lebih sistematis dengan memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman
  • Menjamin untuk tidak mengintervensi KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman dalam penegakan kasus-kasus korupsi
  • Merevisi Inpres Nomor 1 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di mana Jaksa Agung dan Kapolri diinstruksikan untuk mendahulukan proses administrasi pemerintahan sebelum melakukan penyidikan atas laporan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang dan detil lainnya yang justru berpotensi melindungi koruptor
  • Memperkuat program edukasi anti-korupsi bagi generasi muda serta bekerja sama dengan swasta untuk menguatkan sinergi gerakan anti-korupsi di sektor swasta dan publik
  • Memperkuat edukasi anti-korupsi bagi generasi muda, serta bekerja sama dengan swasta untuk menguatkan sinergi gerakan anti-korupsi di sektor swasta dan publik
  • Mengatur sistem pendanaan dan pembiayaan politik dan menjamin indepentensi transparansi, mencegah korupsi, dan menjaga keberlangsungan demokrasi
  • Mendorong peran serta elemen masyarakat untuk menjadikan pemberantasan korupsi sebagai gerakan kolektif dimulai dengan keteladanan para pemimpin di semua lini.

Demikianlah yang akan dilakukan Prabowo-Sandi dalam menegakkan hukum di Indonesia dalam menangani masalah korupsi yang kerap terjadi di pemerintahan saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here