BERBAGI

Jakarta – Sudah lama terjadi keanehan di negeri ini, paska reformasi 98. Masyarakat di sihir dengan sinetron hedonis puluhan tahun, narkoba merajalela hingga ditaksir perputaran uang mencapai 7 trilliyun perhari. Sex bebas semakin menggila, video porno dan perilaku generasi muda yang semakin mengenaskan. LGBT dibela dan diberi ruang publik besar dan tidak tanggung-tanggung menteri agama langsung yang membelanya. Halooo??

Media setiap hari di isi berita perselingkuhan, perceraian dan berita negatif tidak bermutu lainnya. Sedangkan pagar-pagar norma sosial maupun tata negara seperti Pendidikan Agama, P4, GBHN dan lainnya dihilangkan setidaknya dikurangi kadarnya.

Negara dalam kekacauan yang luar biasa menjadi liberal melebihi liberalnya amerika sebagai mbahnya liberal.

Upaya-upaya menjauhkan masyarakat dari agama sangat kental dan terasa. Tidak hanya umat islam. Bahkan upaya kebaikan seperti FPI yang selalu terdepan menangani bencana alam tidak pernah diliput oleh media. Yang ada semua yang berkaitan dengan islam apalagi FPI selalu di buruk citrakan. Lebih sadis dari berita poligami.

Situasi semakin menjadi-jadi selama 4 tahun belakangan ini. Hinaan demi hinaan terhadap umat islam sudah mulai terang-terangan dan tidak ada tindak lanjut. Ulama dibacok, dibunuh bahkan dipenjarakan.

Siapa mereka yang merancang dan mengendalikan semua ini?

SIAPA LAWAN PRABOWO SEBENARNYA?
SIAPA LAWAN PRABOWO SEBENARNYA?

“Ketidakadilan” yang terus vulgar menuntut para pemuka agama khususnya ulama terpaksa turun ke jalan menuntut perhatian. Alih-alih mendapatkan perhatian, yang ada para ulama di represif dengan serangan gas air mata. Umat meradang.

Hal inilah yang kemudian membuat ulama bersama umat, dalam ijtima’ ulama memilih Prabowo sebagai pihak yang diharapkan akan mengubah ketidakadilan yang sedang terjadi di negeri ini.

Tidak hanya dari kalangan islam. Kalangan non islam juga memilih Prabowo sebagai figur yang diharapkan membenahi negeri ini. Tentu saja hal ini semakin membuat gusar pihak petahana.

Melalui kekuatan media, Prabowo dicitrakan jauh dari islam dan ulama-ulama pendukung Prabowo dicitrakan sebagai pihak radikal. Bahkan di framing, Prabowo akan mengubah pancasila dan NKRI.

Namun masyarakat sudah pintar. Masyarakat tidak terpengaruh dan Prabowo berhasil merebut hati rakyat.

Kini Prabowo tidak sendirian. Prabowo bersama ulama dan umat. Dan perlahan namun pasti kekuatan-kekuatan masyarakat yang selama ini lebih memilih diam kini turut menyuarakan dukungannya ke Prabowo. Mereka jengah dengan kalangan politikus dan mahasiswa yang diam seribu bahasa melihat ketidakadilan di negeri ini.

Sandiaga Uno yang ganteng, muda, kaya dan energik yang kini menjadi cawapres Prabowo mengambil peran cukup besar melengkapi sisi seorang Prabowo. Sandi mampu menyihir banyak pihak terutama emak-emak dan kalangan milenial diseluruh strata sosial.

SIAPA LAWAN PRABOWO SEBENARNYA?
SIAPA LAWAN PRABOWO SEBENARNYA?

Program ekonomi yang diharapkan oleh masyarakat dijadikan program utama Prabowo Sandi seperti kedaulatan pangan, stabilisasi harga dan pembangunan infrastruktur tanpa hutang. Program yang hakekatnya adalah antitesa dari pertahana.

Agresifitas Sandi yang dalam satu hari menyasar 10-15 titik lokasi di seluruh indonesia khususnya kantong-kantong para pendukung Jokowi terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah membuat petahana kalang kabut. Hingga kini, 4 bulan sebelum hari H pencoblosan (17 April 2019) sudah hampir 1000 titik yang dikunjungi sandi.

Kalangan NU yang seringkali di provokasi dan dibenturkan oleh umat plural dari berbagai kalangan yang mendukung Prabowo kini perlahan namun pasti juga turut mendukung Prabowo. Sejumlah Kiyai dan alumni santri Tambak Beras maupun Tebu Ireng Jombang, tempat lahirnya NU, deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Juga kyai dan santri pesantren NU Giren di Pekalongan, Jawa Tengah. Apalagi kalangan NU di Madura, mereka keras menunjukkan ketidaksukaan ke petahana dan dukungannya ke Prabowo Sandi. Video-videonya viral!

Reuni212 yang sebelumnya dicegah, dihalang-halangi bahkan di jegal, pecah dihadiri 13,4 juta umat melebihi Aksi Bela Islam 212 2 tahun sebelumnya. Banyak pengamat politik yang menyatakan bahwa pilpres 2019 sudah usai, Prabowo Presiden. Namun media lebih memilih memberitakan bahwa acara Reuni212 hanya didatangi tidak lebih dari 500ribu peserta. Dan yang lebih menyakitkan lagi, ada saja berita yang mengatakan mereka datang karena dibayar dan belum tentu memilih Prabowo.

Sementara itu dikalangan koalisi Adil Makmur, konsolidasi internal semakin solid dan agresif paska SBY dengan tegas menginginkan Prabowo Presiden. Meski penggerogotan internal oleh operasi intelejen untuk menghancurkan soliditas koalisi tetap terjadi.

Terakhir, dari kalangan alumni Universitas ternama kini juga muncul menyatakan dukungannya kepada Prabowo Sandi. Tentu saja hal ini membuat bahagia kalangan profesor yang selama ini menjadi pihak yang didengarkan oleh Prabowo untuk merumuskan program terbaik membenahi negeri ini.

Jika semua elemen masyarakat sudah bergabung dengan Prabowo. Lalu, siapa lawan Prabowo sebenarnya? Siapa yang mampu mencegah kehendak rakyat untuk menciptakan perubahan? Siapa yang memiliki kekuatan sedemikian besar sehingga mampu mengendalikan negeri ini?

Pertanyaan yang hampir sama. Siapa dibalik media yang senantiasa membunuh citra Prabowo sejak puluhan tahun lalu? Siapa yang merusak kehidupan sosial negeri ini? Siapa yang mengendalikan KPU maupun MK pada pilpres 2014?

Ya Rabb, selamatkan bangsa kami.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here