BERBAGI

Jakarta – Terkait reuni akbar 212, Kunto Adi Wibowo yag merupakan Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau yang bisa di singkat “KedaiKOPI” menyebutkan Reuni Akbar 212 sebagai salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan hasil survei yang di lakukan lembaganya pada 15-23 November 2018, dengan 1.317 responden di 27 provinsi dengan suara terbanyak di Indonesia.

“Sebanyak 20,6 persen pemilih nasional mengatakan bahwa aksi 212 menjadi faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih presiden,” papar Direktur Eksekutif KEDAIKOPI itu.

Menurutnya, acara tersebut di lakukan untuk meneguhkan dan meyakinkan pilihan.

“Jadi mereka yang menjadikan reuni 212 sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihan presiden adalah mereka yang sebenarnya sudah tidak mau memilih Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin dan sekarang diteguhkan dan diyakinkan untuk memilih Prabowo,” kata Kunto.

Andre Rosiade Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi menyatakan pernyataan Habib Rizieq tersebut bukanlah untuk mengkampanyekan Prabowo dan juga tidak di manfaatkan timnya sebagai bentuk kampanye terselubung.

Reuni Akbar 212, Faktor Penting Jadi Pertimbangan Masyarakat Pada Pilpres 2019
Reuni Akbar 212, Faktor Penting Jadi Pertimbangan Masyarakat Pada Pilpres 2019

Juru Bicara BPN Prabowo – Sandi, Andre Rosiade mengatakan pernyataan Rizieq tersebut bukan untuk mengampanyekan Prabowo dan tidak dimanfaatkan timnya sebagai bentuk kampanye terselubung. Toh, ujar dia, yang menyerukan memilih capres usungan Ijtima Ulama adalah Rizieq Shihab, bukan Prabowo yang hadir sebagai undangan di Reuni Akbar 212 itu.

“Habib Rizieq berhak menyampaikan pendapatnya,” Kata Juru bicara BPN Prabowo-Sandi itu.

Menurut Andre, kalau banyak peserta yang meneriakkan ganti presiden di acara tersebut, Prabowo presiden dana tau yang lainnya, hal tersebut sama sekali tidak ada yang mengarahkan. Dan jika acara tersebut berdampak terhadap elektabilitas Prabowo, pihaknya hanya bisa mensyukuri hal tersebut.

“Kalau berdampak secara tidak langsung ke elektabilitas Prabowo, itu juga kita belum tahu. Nanti kan bisa diukur lewat survei,” kata Andre.