BERBAGI

Usai sudah gelaran ASIAN GAMES ke 18 di Jakarta-Palembang ditandai dengan penutupan yang megah dan meriah pada tanggal 2 September 2018. Selaku tuan rumah, Indonesia dinilai berhasil dari sisi pelaksanaan dan juga prestasi. Puluhan medali yang berhasil diraih oleh atlet Indonesia disambut dengan kebanggaan bagi segenap bangsa.

Tak sedikit orang tua yang ingin anaknya jadi atlet karena efek dari menonton pertandingan ASIAN GAMES. Setelah melihat medali emas dikalungkan diiringi naiknya bendera merah putih bersama lagu Indonesia Raya. Mungkin beberapa anak Indonesia yang menyaksikan juga bercita-cita jadi atlet. Kebanggan itu merasuk sampai ke sebuah harapan dan semangat.

SUDARYONO GERINDRA : KISAH PRABOWO NEKAT MASUK AKABRI
SUDARYONO GERINDRA : KISAH PRABOWO NEKAT MASUK AKABRI

Ada banyak alasan munculnya sebuah cita-cita. Biasanya karena pengaruh lingkungan sekitar, mulai dari orang tua, lingkungan rumah, hingga dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasa. Seperti efek dari melihat pertandingan ASIAN GAMES tadi.

Sama halnya dengan cita-cita Prabowo Subianto. Ia nekat masuk AKABRI untuk kemudian menjadi tentara. Seperti disampaikan oleh Sudaryono yang pernah bertugas mendampingi Prabowo.

“Pak Prabowo itu nekat masuk AKABRI, padahal Pak Sumitro (ayahnya) sudah menyuruh Prabowo untuk kuliah di Amerika, ucap Sudaryono.

Prabowo lulus dari tingkat SMA di American School di London. Hasil studi yang bagus membuat ia ditawarkan oleh beberapa universitas di Amerika Serikat untuk lanjut kuliah di sana.

“Prabowo daftar AKABRI tidak seizin Ayahnya. Sebagai anak seorang mentri, kesibukan Pak Sumitro membuat mereka jarang bertemu. Sehingga Prabowo hanya berurusan dengan Ibunya untuk proses pendaftaran AKABRI.”

SUDARYONO GERINDRA : KISAH PRABOWO NEKAT MASUK AKABRI
SUDARYONO GERINDRA : KISAH PRABOWO NEKAT MASUK AKABRI

“Karena tanpa sepengetahuan, akhirnya Pak Sumitro kaget mendapati Prabowo tiba-tiba sudah ada di AKABRI. Karena niat awalnya adalah kuliah di Amerika,” lanjut Sudaryono yang juga Wasekjend Gerindra.

“Menjadi anak dari seorang mentri bukannya enak. Malah tantangannya lebih besar karena menjadi pusat perhatian. Tuntutannya lebih besar dibanding anak-anak lainnya karena ga boleh salah,” ujar Sudaryono.

Prabowo memiliki pilihan untuk menempuh pendidikan di tempat yang baik dan nyaman, namun ia memilih untuk masuk AKABRI dan berkarir menjadi tentara hingga turun ke medan perang. Cita-citanya adalah menjadi pejuang bagi bangsa dan negara lewat jalur militer. Kedua pamannya yang tentara gugur di medan perang namun tidak menyurutkan semangat Prabowo muda untuk menjadi tentara.

Pembaca, seperti apa cita-cita masa kecil Anda? Apakah Anda setuju bahwa cita-cita itu muncul karena dipengaruhi apa yang kita lihat dan kita rasa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here