BERBAGI

Sebagai daya tarik wisata di setiap wilayahnya, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata menyarankan bahwa untuk disetiap daerah di Indonesia membuat kalender kegiatan (calender of event).

“Kalau mau jadi destinasi wisata yang diminati harus memiliki daya tarik dan atraksi wisata yang menarik,” ujar Menpar Arief Yahya di Tanjung Kelayang, Belitung, Senin (29/10/18).

Ia mengatakan, sebuah destinasi wisata akan berkembang jika didukung dengan 3 A yaitu aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah daerah aktif  memulai mengangkat seni pertunjukan dan kebudayaan di wilayahnya agar dipromosikan lebih baik.

Dengan begitu, maka hal tersebut bisa mempunyai nilai yang dapat dijual atau daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Menpar kembali mengatakan, jika suatu daerah telah memiliki calendar of event dengan sendirinya akan berkembang seiring waktu.

Misalnya saja, ia mencontohkan Gandrung Sewu di Banyuwangi, Jawa Timur, yang pada akhirnya berkembang sampai kemudian masuk dalam Top 100 Calender of Event (COE) Nasional.

Kegiatan kolosal tersebut diikuti ribuan penari sampai akhirnya dikenal luas hingga menjadi salah satu dari tiga acara dari Kabupaten Banyuwangi yang masuk dalam CoE Nasional bersama Tour de Banyuwangi Ijen dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).

“Konfigurasinya bagus, event-nya selalu menjadi yang paling enak difoto,” ujar Menpar Arief Yahya.

Untuk hal itu, ia menyarankan agar setiap daerah mulai saat ini tak ragu menggali akar budaya dan mengembangkannya sebagai daya tarik wisata.