BERBAGI

Populasi kucing liar yang hidup di gang-gang, pekarangan, serta halaman yang terlupakan berjumlah belasan juta. Kucing pengembara merupakan kucing yang terpisah dari pemiliknya, sementara kucing liar merupakan kucing yang tidak dipelihara dan dilahirkan dan bertahan hidup di alam liar.

Untuk Itu mengadopsi anak kucing yang terlantar sering dilakukan untuk membantu mereka mendapat kehidupan yang lebih layak daripada di jalanan. Di Jepang contohnya, hewan liar yang berkeliaran di jalan biasanya akan ditangkap dan dikirim langsung ke tempat penampungan hewan.

Akan tetapi, cerita seorang karyawan yang tak sengaja menemukan hewan kecil yang lucu di dekat kantornya ini sungguh lucu. Karyawan tersebut menemukan bayi yang diduga bayi anak kucing yang belum lama lahir.

Keputusannya berubah bukan membawanya ke tempat penampungan hewan liar, ia memilih hewan malang itu pulang ke rumahnya. Namun, ketika diperlihatkan kepada adik rekan kerjanya, mereka menyadari bahwa hewan tersebut bukan anak kucing.

Dalam postingan berbahasa Jepang itu, Ban mengatakan, “rekan kerja kakakku menemukan anak kucing terlantar di dekat kantor. Mereka membawanya ke dokter hewan, tapi dokter mengatakan ini adalah anjing. Akhirnya kami memutuskan membesarkannya sendiri sampai menemukan rumah asuh yang pas.”

“Dan hewan ini ternyata adalah Tanuki,” lanjutnya.

Tanuki adalah hewan asli Jepang yang sering disebut sebagai anjing rakun.

Merawat Anak Kucing Setelah Dewasa Ternyata Bukan Kucing Juga Anjing

Tanuki adalah saudara dari anjing, seperti serigala atau rubah, tetapi penampilannya lebih mirip anjing, namun bulunya mirip rakun. Ketika masih kecil, Tanuki lebih mirip seperti anak kucing dengan cakar kecil dan telinga besar. Karena hewan ini baru lahir, sulit bagi dokter mengidentifikasi dan membedakan hewan ini.

Berdasarkan laman Rocketnews24, Jumat (26/10/2018), suara rintihan mereka mirip kucing mengeong. Maka, tak heran jika banyak orang keliru dan menganggapnya anak kucing. Ketika Ban dan rekan kerja kakaknya tahu bahwa hewan itu bukan kucing melainkan Tanuki, mereka langsung menyerahkan ke pusat konservasi.

Dengan harapan Tanuki bisa mendapat perawatan yang lebih baik. Selain itu, memelihara hewan liar di rumah juga tidak diizinkan di Jepang dan harus menghubungi pemerintah setempat.

Kini hewan yang mereka kira anak kucing sudah tumbuh dewasa. Hewan itu terlihat seperti rubah, tapi juga seperti persilangan antara kucing dan anjing. Bukankah Tanuki adalah hewan yang cukup lucu?

Jika kamu punya kesempatan berlibur ke Jepang, jangan lupa menyempatkan bertemu tanuki di kebun binatang atau tempat konservasi hewan.