BERBAGI

Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto menilai bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini, sedang dalam kondisi yang tidak baik. Dimana kekuatan nasional Indonesia rapuh dan sangat berbahaya bagi kelangsungan bangsa ini.

“Luas kita sama seperti 28 negara Eropa. Jadi kalau rakyat kita mau sejahtera maka kita harus kuat. Kalau tidak, maka tidak ada negara yang kasihan sama kita. Jangan kita mengira ada bangsa lain yang kasihan sama kita,” kata Prabowo di Jakarta, Minggu (23/9/19).

Ia mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang menyatakan jika terjadi perang, Indonesia hanya mampu bertahan selama tiga hari. Hal itu karena peluru hanya tersedia 3 hari saja.

“Di zaman bung Karno saja yang gross domestic product (GDP)- nya masih rendah tetapi soal pertahanan negara itu tidak main main, bukan kita untuk menjadi jagoan tetapi kita untuk menjaga diri,” katanya.

Dia pun menegaskan dengan kekayaan alam Indonesia yang begitu banyak dan wilayah Indonesia yang sangat luas, sudah seharusnya para pemimpin bangsa bisa menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia. Sehingga, kesejahteraan rakyat Indonesia bisa dirasakan seperti apa yang di cita-citakan para pendiri bangsa.

Dan dalam kesempatanya, dia‎ memaparkan alasan pemberian nama Adil Makmur. Menurutnya, nama Koalisi Indonesia Adil Makmur dipilih karena cita-cita awal bangsa Indonesia menginginkan terciptanya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Rakyat kita ingin keadilan, ingin kemakmuran. Karena mereka belum dapat keadilan dan belum dapat kemakmuran. Itu lah tujuan perjuangan kita menegakkan keadilan, merebut membangun kemakmuran untuk rakyat kita yang kita cintai,” kata Prabowo.

Capres yang diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan Partai Berkarya itu menjelaskan, masalah yang dihadapi bangsa Indonesia adalah negara yang sangat besar dan kaya tetapi kekayaan bangsa Indonesia tidak berada di tangan bangsa Indonesia sendiri. Ini mengakibatkan ekonomi akan selalu lemah. Mata uang lemah padahal mata uang adalah cermin dari kekuatan ekonomi.

“Kita bersama-sama akan kerja keras dalam tujuh bulan yang akan datang untuk turun ke rakyat, turun ke akar rumput, melaksanakan pendidikan politik, melaksanakan penyadaran kepada rakyat kita. Rakyat kita harus sadar, bahwa tidak akan ada yang bisa menolong rakyat kita. Kecuali rakyat itu ingin membantu dirinya sendiri. Kita harus yakinkan rakyat kita bahwa kedaulatan ada ditangan rakyat,” tutupnya.