BERBAGI

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, pemerintah Suriah punya hak untuk memburu para teroris di Idlib dan memaksa keluar sebelum melukai ribuan warga sipil yang tinggal di sana dari wilayah yang masih dikuasai pemberontak tersebut.

Saat wawancara dengan media setempat, Lavrov mengatakan saat ini pembicaraan tentang membuat sebuah koridor kemanusiaan di wilayah Idlib tengah berlangsung.

“Komunikasi antara Rusia dan AS tentang Suriah terjadi secara “real time”, dan Rusia tidak memiliki rencana untuk menyembunyikan tindakannya di Suriah,” Kata Lavrov, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (31/8).

Dimana sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Moskow, Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem, menyatakan pasukan pemerintah Suriah akan habis-habisan dalam melancarkan operasi di Idlib. Dia menyebut, sasaran utama Damaskus adalah militan al-Nusra.

Moualem dalam pernyataannya juga menyebut, Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia dalam serangan apa pun dan menegaskan Damaskus sudah tidak memiliki lagi senjata semacam itu. “Suriah juga akan berusaha menghindari adanya korban warga sipil dalam serangan tersebut,” ucap Moualem.