BERBAGI

Perkembangan pergerakan nilai rupiah diharapkan dapat merespons berbagai sentimen positif dari dalam negeri untuk mengimbangi variatifnya sentimen global. Terutama dari sentimen-sentimen yang berimbas pada kenaikan USD.

Adanya rilis data-data makro juga diharapkan menambah sentimen positi. Jika tidak, tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat kembali membuat rupiah melemah. “Diperkirakan laju rupiah akan berada pada rentang support Rp14.495/USD dan resisten Rp14.472/USD,” ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Sementara, meski pergerakan USD akhir pekan lalu melemah terhadap sejumlah mata uang utama global lainnya, namun tampaknya tidak banyak berimbas pada pergerakan rupiah yang masih kembali melanjutkan pelemahannya.

Adapun nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,24% dari sebelumnya naik 0,43%. Di pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level Rp14.515/USD atau lebih baik dari sebelumnya di level Rp14.560/USD.

“Sementara level tertinggi yang dicapai di angka Rp14.390/USD atau di atas sebelumnya di angka Rp14.380/USD. Laju rupiah di pekan kemarin sempat bergerak di bawah target support Rp14.427/USD dan di atas resisten Rp14.402/USD,” tutupnya.