BERBAGI

Para peneliti menyatakan mungkin untuk merubah limbah manusia menjadi makanan pada misi luar angkasa di masa depan. Meski masih diperberdebatkan , konsep ini sudah dianggap mendekati kenyataan. Seperti apa prosesnya dan apakah layak makan? Dilaporkan oleh iflscience sebagai berikut:

1. Tim peneliti menyelidiki kemungkinan astronot yang akan terlibat dalam misi ke Mars atau di tempat lain dapat menggunakan limbah mereka sendiri sebagai penyedia energi untuk membuat makanan.
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Penn State University dan dipublikasikan di Life Sciences in Space Research. Christopher House sebagai wakil presiden direktur penelitian mengatakan bahwa konsepnya seperti Marmite atau Vegemite, di mana para astronot akan memakan sejenis gumpalan mikroba.

2. Limbah manusia yang dimaksud disini akan digunakan untuk keperluan konsumsi baik secara langsung maupun tidak langsung (hanya digunakan sebagai sumber produksi energi)
Tim peneliti mengujinya berdasarkan tingkat kelayakan dan keamanannya. Hari ini astronot AS Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah mengolah air seni mereka untuk dikonsumsi ulang, sementara limbah padat terbakar di atmosfer bumi. Meski kedengarannya menjijikan, kotoran padat manusia mungkin akan berguna jika Anda jauh bumi.

3. Dalam penelitian, tim tidak menggunakan kotoran manusia yang sebenarnya, namun menggunakan pengotor cairan padat dan buatan yang biasa digunakan dalam tes manajemen pembuangan.
Mereka memasukkannya ke dalam tabung sepanjang 1,2 meter yang sesuai dengan pesawat ruang angkasa. Di dalamnya, ada mikroba yang siap mencerna kotoran dengan metode anaerobik (tanpa oksigen).

4. Proses pencernaan dibantu oleh proses kimia tambahan, akan membuat kotoran menjadi layak dikonsumsi lagi.
Metana yang dihasilkan oleh proses pencernaan mikroba akan menjadikan makanan mikroba lain yang disebut Methylococcus capsulatus, . Dari sini, mereka bisa menghasilkan M. capsulatus yang mengandung protein 52% dan lemak 36%, yang bisa menjadi sumber makanan bagi manusia.

Mereka juga dapat meningkatkan pH dan tingkat suhu untuk membiakkan dua mikroba penghasil nutrisi serupa, yaitu Halomonas desiderata dan Thermus aquaticus, yang juga dapat menyingkirkan patogen berbahaya.

 

jadi, kotoran manusia akan menjadi makanan mikroba, dan mikroba itu akan menjadi makanan manusia