BERBAGI

Meski hanya menghubungkan lima desa di Kecamatan Kikim Tengah dan Selatan, Kabupaten Lahat dengan dunia luar, bukan halangan untuk pembangunan Jembatan Sungai Pangi. Jembatan dengan panjang 460 meter dan merupakan jembatan terpanjang permanen di Kabupaten Lahat, diharapkan dapat meningkatkan ekonomi geliat ribuan jiwa yang menghuni kelima desa di wilayah terpencil.

Apalagi Sumber Daya Alam (SDA) berupa perkebunan karet, kelapa sawit, kopi dan lain-lain, yang menjadi alasan Bupati Lahat, H Aswari Riva’i SE, tidak diragukan lagi membratis akses.

“Jarak jauh antar desa bukan berarti desa ini tertinggal, melainkan kondisi. Sumber Daya Alam mendukung desa ini untuk memiliki akses jalan dan jembatan,”  katanya.

pembangunan dilaksanakan bertahap sejak 2013, Aswari telah menjamin jembatan yang telah menghabiskan Rp 60 miliar dari Anggaran Daerah Sumatera Selatan  , akan selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan tingkat ekonomi.

“Inilah kelemahan wilayah Kikim, jarak antar desa begitu jauh. Sehingga begitu besar dana yang dibutuhkan untuk membangun jalan dan jembatan,”  kata Bupati Lahat yang melayani priode kedua ini.

Aswari mengatakan selain Anggaran Kabupaten Lahat, ia berjanji akan terus mencari dana dari pusat untuk pengembangan Kabupaten Lahat. Sehingga perkembangan Kabupaten Lahat dapat dirasakan seluruh masyarakat. Tapi, meskipun memiliki jalan dan jembatan yang baik, masih ada kebutuhan bagi pihak ketiga yang dapat berinvestasi dalam kemajuan daerah jauh dari jalan akses.

“Saya blusukan tidak sekedar blusukan saja. Apa yang dibutuhkan masyarakat itu yang perlu diketahui dan diperjuangkan,”  katanya.

Tampaknya pembangunan jembatan itu tidak hanya dilakukan untuk mengumpulkan lima desa di kecamatan, Aswari juga membangun Jembatan Pangi I yang juga sedang berlangsung, yang memiliki panjang 210 meter, juga menggunakan APBD Sumatera Selatan.

Tahun ini juga akan dibangun Jembatan Perigi, 110 meter dari Pulau Pinang dan Jembatan Plancu. Jembatan Lematang II di Desa Ulak Lebar, Kota Lahat, juga akan selesai.

Bupati yang hobi bertatap muka dengan masyarakat ini juga menyatakan akan memangkas jarak Lahat-Pagaralam, dengan dibangunnya jembatan antara Kabupaten Gumay Ulu dengan Tanjung Tebat.

“Menggunakan dana Provinsi, aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel senilai Rp 10 Miliar. Selama ini dua jam, dengan akses jalan ini hanya 1 jam. Ini juga akan digunakan kendaraan besar,” jelasnya, sambil terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk pembangunan.