BERBAGI

Adat-istiadat adalah suatu hal yang wajib dijaga kelestariannya oleh masyarakat bangsa, jika suatu budaya tersebut tidak lestari dan tergerus adat-istiadat asing lain yang lebih modern, maka lama-kelamaan adat istiadat bangsa yang bisa menjadi identitas suatu negara pun bakal punah. Agar tetap bisa langgeng sampai kontemporer, negara maju yang termasuk bisa menjaga tradisi bangsanya

Karakter orang Jepang yang cenderung introvert dan berjiwa nasionalis tinggi sekali, membuat mereka suka membuat semacam perkumpulan khusus sesama perantau di suatu negara, misalnya di Indonesia dikenal sebagai Japan Club. Japan Club ini beranggotakan ekspatriat-ekspatriat Jepang di Indonesia guna sebagai wadah informasi dan tempat bersosialisasi. Japan Club juga menyelenggarakan festival kebudayaannya, seperti Festival Obon yang rutin diadakan di Sekolah Jepang Surabaya (SJS). Agar Kamu bisa lebih memahami apa saja jenis budaya dan kesenian tradisional yang populer di Jepang, berikut ini sejumlah jenis kebudayaan Jepang dan ulasannya.

  • Pakaian tradisional

salah satu atribut adat istiadat tradisional yang paling digemari di Jepang dan juga pendatang dari luar negeri dikenal sebagai mengenakan pakaian tradisional. Terutama para wanita yang menyukai desain cantik, tentu akan mudah sekali jatuh cinta kepada kimono dan yukata. Kimono adalah pakaian tradisional Jepang yang mempunyai banyak lapisan. Pada masa dulu, kimono dikenakan dalam kehidupan sehari-hari, namun sekarang lebih sering dipakai di acara-acara tertentu. Yukata merupakan pakaian tradisional yang dipakai wanita saat musim panas. Materi dari yukata lebih menyerap keringat dan sebagian kecil mempunyai lapisan. Yukata mempunyai dominasi warna dan corak lebih tidak jernih dibanding dengan yukata, dan jangan sampai Anda salah meletakkan lapisan terluarnya. Bentuk kimono paling luar seperti jubah mandi yang ditutup kemudian diikat dengan obi (semacam sabuk). Bagian kiri harus berada di atas, lantaran posisi lapisan kanan diatas cuma diperuntukkan bagi orang yang telah meninggal. Kimono dan yukata bakal lebih lengkap jika ditambahi dengan alas kaki dari kayu yang disebut geta.

Pakaian Adat Jepang Kimono dan Yukata
  • Upacara minum teh

Upacara minum teh merupakan salah satu jenis kebudayaan yang sarat dengan makna serta etiket sopan santun. Tak hanya sekadar membuat teh lalu menyajikan pada tamu, dalam upacara ini baik sang penyaji dan yang berstatus sebagai okyaku (tamu yang diundang) wajib mengetahui tata cara upacaranya dengan baik. Sang penyaji bakal mempersiapkan chashitsu (ruang untuk minum teh) beserta lukisan dan motif pada mangkok. Ada urut-urutan dari persiapan pembuatan teh sampai saat disajikan. Kesenian yang juga dikenal dengan sebutan cha no yu ini memiliki arti mengenai penghargaan terhadap karya seni dan langkah-langkah penyajian pun disesuaikan dengan status sosial tamu yang diundang. Selama bertahun-tahun agar bisa terlatih dan bercita rasa seni tidak rendah, untuk menjadi sang penyaji diperlukan latihan mendalam

  • Seni menyusun bunga

Kesenian ini disebut juga dengan ikebana. Meskipun terkesan sepele, sesungguhnya ikebana juga butuh ketelitian dan juga sense of art yang cukup tinggi. Dulu kesenian ini masih dilakukan dalam bentuk-bentuk simpel, dan lambat laun berkembang menjadi semakin rumit. Menyusun bunga perlu diperhatikan komposisi warna, makna simbolis yang mau dicapai, keseimbangan penyusunan dan lain-lain. Untuk menjadi ahli, Kamu harus belajar secara khusus dan berkesinambungan.

  • Kaligrafi

Kaligrafi Jepang disebut juga shodo. Shodo merupakan sejenis kesenian menulis huruf kanji dengan sejumlah teknik sehingga terlihat indah. Alat-alat yang dibutuhkan untuk menulis shodo adalah bunchin (besi pemberat kertas), fude (kuas yang sering dibuat dari ekor kuda), washi (kertas eksklusif shodo), tinta, dan suzuri (sejenis wadah tinta). Fude diatas washi juga tak boleh sembarangan disapukan oleh teknik untuk. Satu coretan butuh ketepatan teknik, seperti teknik haneru dan tomeru. 1 aksara kanji hanya boleh dibuat sangat dalam coretan, tak boleh ada penebalan atau pengulangan. Seorang ahli shodo disebut juga shodoka.

  • Seni sinema Jepang

salah satu kesenian tradisional yang termasyur di Jepang dikenal sebagai bioskop tradisional. Seni sinema itu ada 3 jenis yaitu kabuki, noh dan bunraku. Kabuki diperankan oleh pemain pria, dan walaupun ada tokoh wanita yang diperankan pun tetap laki-laki yang memainkannya. Sebab cukup banyak pertunjukan atraktif di dalamnya, kesenian kabuki mempunyai banyak penggemar Alat peraga berupa boneka dan diiringi musik tradisional digunakan oleh bunraku merupakan permainan sinema yang. Noh merupakan pagelaran bioskop yang membutuhkan topeng untuk pemainnya, gerakannya pun lebih tidak cepat dibanding gerakan kabuki.

Inilah sejumlah jenis kebudayaan dan kesenian tradisional Jepang yang masih ada sampai sekarang. Bahkan untuk kesenian seperti cha no yu, shodo dan ikebana sudah menarik animo orang luar Jepang untuk belajar di negaranya masing-masing.