BERBAGI

Menjamurnya hotel dan restoran yang ada membuat Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur menaikan target Penghasilan Asli Daerah (PAD). Untuk tahun ini, mereka meningkatkan sasaran PAD sebesar Rp4,712 triliun. Pajak hotel dan restoran menjadi tulang punggung dalam peningkatan target PAD.

Karena mulai mencuat kesadaran dan rutinitas dari masyarakat untuk membayar pajak, kota Surabaya, Yusron Sumartono bercerita, pihaknya terus meningkatkan sasaran PAD dari tahun ke tahun

Berkembangnya Hotel dan Restoran di Surabaya, Pemkot Naikkan PAD

“Sebetulnya tak ada keinginan dari pemkot yang secara sengaja menaikkan pajak. Tapi melihat kondisi sebenarnya di lapangan yang terdapat pertumbuhan restoran serta properti, maka kita berani memasang sasaran PAD tinggi di tahun 2018 ini,” ujar Yusron, Selasa (16/1/2018).

Dia melanjutkan, untuk memenuhi target PAD melalui hasil pajak daerah meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, reklame, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), pajak parkir, pajak air dan tanah, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP).

Untuk pajak hotel, katanya, kalau tahun sebelumnya Rp222 miliar, maka tahun ini dinaikkan menjadi Rp225 miliar. Sementara untuk pajak restoran yang sebelumnya Rp366 miliar dinaikkan menjadi Rp382 miliar. “Kami sangat yakin bisa untuk memenuhi sasaran itu,” sambungnya.

Yusron juga mengungkap, pajak tempat hiburan juga dinaikkan dari sebelumnya Rp62 miliar menjadi Rp71 miliar. Pajak reklame dari sebelumnya Rp131 miliar dinaikkan menjadi Rp133 miliar, serta PPJ dari sebelumnya Rp361 miliar dinaikkan menjadi Rp390 miliar.

“Bahkan pajak parkir juga kami naikkan dari Rp66 miliar menjadi Rp76 miliar. Pajak air dan tanah dari Rp1,417 miliar menjadi Rp1,459 miliar, PBB dari Rp967 miliar menjadi Rp1,054 triliun dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) dari Rp1.087 triliun menjadi Rp1,176 triliun,” ungkapnya.

Dari 9 sektor pajak daerah, katanya, terdapat 2 sektor yang dinilai paling strategis untuk bisa meningkatkan sasaran PAD, yaitu pajak PBB dan pajak BPHTP. jadi meski pajak parkir dan hiburan jumlahnya tidak besar, PAD sebesar tersebut di tahun 2018 ditargetkan tak membuat pemkot ragu untuk

Ketika 3 tahun terakhir semua target PAD berhasil dipenuhi, optimisme untuk memenuhi sasaran itu terus melambung Bahkan, sasaran yang ditetapkan malah melebihi target.

“Kunci utamanya adalah memudahkan kepengurusan dan pelayanan pajak melalui pembayaran secara elektronik atau online serta rutin memberikan penyuluhan atau pemahaman kepada masyarakat bahwa perhitungan hasil pajak,” katanya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi menuturkan, dalam sejumlah tahun ke depan, Surabaya bisa menjadi puncak bisnis food and beverage. Makanya tidak sedikit restoran maupun tenant makanan yang terus berkembang.

Sepanjang tahun kemarin, ungkapnya, bisnis properti juga terus merangkak naik. Kemudahan dari pemerintah serta daya beli yang mulai membaik menjadi salah satu alasan masifnya penjualan properti di Jawa Timur.