BERBAGI

Tahun 2018 adalah tahun yang sangat padat untuk masyarakat Indonesia. Hal tersebut diakibatkan pada tahun ini beberapa daerah mengadakan agenda pemilihan kepala daerahnya. Hal ini tentu membuat banyak pihak memikirkan beberapa langkah-langkah untuk tetap melakukan usahanya dengan tenang.

Melihat hal itu, Direktur Kontak Perkasa Futures (KPF), Parlindungan Simanjuntak, menjelaskan bahwa agenda tersebut tidak mempunyai pengaruh yang signifikan bagi beberapa usaha di tanah air. “Yang ramai kan politik ya, usaha lain tidak akan memiliki pengaruh yang besar,” katanya dalam siaran persnya, Sabtu (6/1).

Bisnis investasi berjangka menurut Parlindungan merupakan salah satu usaha yang tidak terpengaruh oleh itu. Pasalnya, di bisnis investasi dunia berjangka menggunakan mata uang asing dan emas.

“Biasanya di awal tahun seperti ini, investasi dolar sangat menggiurkan. Tapi dengan adanya sejumlah keputusan dari pemerintah Amerika terkait suku bunga, saya tidak terlalu menyarankan,” katanya.

Kontak Perkasa menyarankan investasi emas sangat cocok saat ini. “Perbandingannya terbalik. Ketika dolar negatif, emas justru positif. Emas akan tetap menggiurkan setidaknya sampai kuartal pertama tahun 2018,” katanya.

Namun ia juga menekankan bahwa usaha seperti ini juga memiliki risiko. “Pasti ada. Tapi untuk meminimalisir hal tersebut perlu ada komunikasi yang baik antara investor dan perusahaan investasi tersebut,”tegasnya.

Parlindungan menambahkan, untuk melakukan investasi tersebut baiknya dijalankan bersama oleh perusahaan yang sudah memiliki kredibilitas tinggi seperti tercatat di BAPEPTI dan Bursa berjangka. “Apapun itu karena perusahaan yang baik setiap transaksinya akan tercatat di bursa berjangka,” ujarnya. Sebab perusahaan yang baik setiap transaksinya akan tercatat di bursa berjangka, apapun itu.

Tidak hanya itu, perusahaan investasi yang baik menurut Parlindungan tidak akan segan menjatuhkan sanksi untuk karyawannya bila ada main dengan investor. “Di kami tegas ada aturan tentang hal tersebut. Jadi tidak bisa sembarang soal bisnis investasi seperti ini,” ujarnya.