BERBAGI

Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa) juga dikenal sebagai Limau kasturi (Malaysia), kuwquat (Philipina), adalah spesies dari rutaceae. Buah yang berbentuk bulat kecil, berwarna kuning kehijauan ini mempunyai ukuran diameter 4-5 sentimeter (cm), dan mempunyai rasa asam dan tekstur berserat dan mempunyai kemiripan rasa seperti jeruk nipis.

Jeruk Kalamansi

Komponen bioaktif jeruk kalamansi meliputi asam askorbat sebesar 40,20 mg/100ml, flavonoid 1,41 mg/100 ml, dan aktivitas antioksidan777,0mg/100 ml.

Buah jeruk mempunyai bahan aktif yang penting bagi kesehatan seperti vitamin C, flavonoid, karotenoid, limonoid, dan mineral. Penelitian secara in vivo pada tikus yang diberi diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol memberikan hasil terjadinya penurunan lipid sesudah diberikan jeruk. Sesudah diberikan jeruk, penelitian secara in vivo pada tikus yang diberi diet tinggi lemak dan tinggi kolesterol memberikan hasil terjadinya penurunan lipid.

Hal itu dikarenakan flavonoid dalam buah jeruk mempunyai kandungan antioksidan yang mempunyai sifat antihipertensi dan antihiperkolesterolemia.

Sebanyak 3  orang peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Budi Setiawan, Sutemy Surlitah dan Dodik Briawan melakukan penelitian terkait perbaikan profil lipid pada wanita dewasa kelebihan berat badan sesudah intervensi sari jeruk kalamansi (Citrus microcarpa).

“Flavonoid merupakan bahan antioksidan yang mampu menetralisir oksigen reaktif dan berkontribusi terhadap pencegahan penyakit kronis seperti kanker. Senyawa flavonoid dari buah jeruk, seperti hesperidin dan naringin dapat mengurangi kolesterol LDL dan trigliserida pada hewan dan manusia, dan dapat meningkatkan kolesterol HDL pada individu hiperkolesterolemia,” tutur Budi dalam rilis IPB yang diterima Republika.co.id, Jumat (5/1).

Ia menambahkan, percobaan ini melibatkan sebanyak 24 orang subjek yang diacak ke dalam dua  perlakuan, yaitu perlakuan A (300 ml sari jeruk kalamansi 100 persen) dan perlakuan B (300 ml konsentrat sari jeruk kalamansi 50 persen).

“Sari jeruk kalamansi diberikan pada subjek sebanyak dua  kali sehari (masing-masing 150 ml) selama 28 hari dan profil lipid dianalisis sebelum dan sesudah intervensi,” ujar Budi

Hasil penelitian itu menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada Trigliserida (TG) plasma (-23,67 dan -2,33 mg/ dl), Low Density Lipoprotein (LDL-c) plasma (-30,58 dan {12,42 mg/dl), kolesterol total (TC) plasma (-23,50 dan 12,00 mg/dl) serta terdapat kenaikan signifikan pada High Density Lipoprotein (HDL-c) plasma (10,25±11,91 dan 0,33±8,57 mg/dl) sesudah intervensi.

Tetapi sebaliknya pada perlakuan B tak terdapat penurunan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada profil lipid. Pemberian sari jeruk kalamansi dengan kadar 100 persen sebanyak 300 ml mampu memperbaiki profil lipid pada wanita dewasa yang kelebihan berat badan.

Budi mengemukakan, komponen aktif yang diduga berperan kuat dalam perbaikan profil lipid dalam penelitian ini adalah vitamin C, flavonoid, dan kandungan polifenol buah jeruk kalamansi.

“Perlakuan A yang mengonsumsi 300 ml sari jeruk kalamansi berpengaruh secara signifikan pada penurunan TC, TG, LDL-c dan meningkatkan HDL-c pada wanita dewasa yang kelebihan berat badan. Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi sari jeruk kalamansi dapat memperbaiki profil lipid subjek,” ungkapnya,” paparnya.