BERBAGI

Salah satu gejala penyakit diabetes adalah sering buang air kecil. Tidak jarang penderita diabetes terbangun di malam hari hanya untuk buang air kecil. Kenaikan frekuensi buang air kecil pada penderita diabetes ternyata dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi di dalam darah.

Gejala Diabetes dan Penyebabnya

Saat gula terlalu banyak bersirkulasi di dalam darah, tubuh akan berupaya untuk menyingkirkan gula tersebut. Saat gula terlalu banyak bersirkulasi di dalam darah, gula tersebut disingkirkan oleh tubuh. Kelebihan gula akan ‘tumpah’ ke dalam urin sehingga menarik cairan untuk keluar dari tubuh. Kondisi ini akan membuat penderita diabetes lebih sering buang air kecil dengan jumlah yang tidak sedikit.

Kondisi ini juga akan membuat penderita diabetes gampang merasa haus sebab mengalami dehidrasi. Karena mengalami dehidrasi, kondisi ini juga akan membuat penderita diabetes gampang merasa haus. Sejumlah penderita diabetes bahkan akan merasa sangat lapar dan mengalami penurunan berat badan mendadak sebab sel-sel dalam tubuh tidak mendapatkan gula yang mereka butuhkan sebagai sumber energi. Sebab sel-sel dalam tubuh tidak mendapatkan gula yang mereka butuhkan sebagai sumber energi, sejumlah penderita diabetes bahkan akan merasa sangat lapar dan mengalami penurunan berat badan mendadak. Gula yang mereka butuhkan sebagai sumber energi tidak didapatkan oleh |sejumlah penderita diabetes.

“Mereka buang air kecil terlalu banyak, mereka merasa haus, mereka bangun di malam hari untuk buang air kecil, mereka lapar, mereka kehilangan berat badan,” jelas ahli endrokrinologi sekaligus direktur dari Comprehensive Diabetes Clinic di University of Alabama, Fernando Ovalle MD, seperti dilansir Health.

Gejala lain yang mungkin timbul akibat diabetes adalah masalah pencernaan. Health mengungkapkan bahwa saraf-saraf yang mengontrol fungsi bagian dalam tubuh, seperti pencernaan, bersifat rentan terhadap kadar gula darah yang tinggi. Sebab itu, kadar gula darah yang tinggi mampu membuat penderita diabetes mengalami konstipasi berat, diare berulang maupun keduanya.

Gula darah yang tidak terkontrol mampu memicu terjadinya gastroparesis atau suatu kondisi di mana makanan dalam perut berjalan lambat saat menuju usus kecil, atau berhenti sama sekali. Kondisi ini bisa menyebabkan mual, muntah, kembung dan nyeri.

“Ketika usus tidak bergerak sebagai mana mestinya, penyerapan nutrisi dari usus menjadi sangat tidak teratur dan kemudian gula darah Anda menjadi sangat tidak menentu,” terang Ovalle.

Kadar gula yang tinggi dalam darah juga bisa menyebabkan konsistensi gula menjadi lebih kental seperti sirup. Konsistensi yang kental ini tentunya membuat darah sulit menjangkau pembuluh darah berukuran yang berukuran sangat kecil sekali, seperti pembuluh darah pada telinga, syaraf, mata, ginjal dan jantung.

“Karena itu kita mulai melihat komplikasi pada pembuluh darah-pembuluh darah yang sangat kecil ini,” jelas edukator diabetes berlisensi Joanne Rinker.