BERBAGI

Sulim adalah salah satu alat musik Batak Toba  yang terbuat dari bambu dan  memiliki enam lobang nada dan satu lubang tiupan. Dimainkan dengan cara meniup dari samping yang dilakukan dengan meletakkan bibir secara horizontal pada pinggir lobang tiup. Instrument ini biasanya memainkan lagu-lagu melankolis ataupun lagu-lagu sedih. Klasifikasi instrument ini termasuk dalam kelompok aerophone. Ditinjau dari aspek penggunaannya Sulim tergolong kepada sejenis solo instrumen atau instrumen tunggal yang biasa dipakai oleh seseorang sebagai media untuk mengungkapkan perasaannya.

Dalam penggunaannya sehari-hari, alat music Sulim dipakai dalam waktu-waktu senggang baik ketika menggembalakan kerbau, menjaga ladang atau di sawah, bermain ataupun aktivitas lainnya. Seiring dengan perkembangan, dengan hadirnya opera Batak pada tahun 1920 hingga sektar tahun 1970, alat musik Sulim banyak mempengaruhi dan membawa banyak perubahan dalam pola pikir dan selera musik masyarakat Batak Toba. Sebelum hadirnya opera Batak, alat music Sulim bukanlah sebuah instrumen yang biasa dimainkan dengan cara bersama-sama. Selain itu, Alat musik ini, boleh dikatakan sebagai alat musik yang unik, bila dibandingkan dengan alat musik yang digunakan pada tradisi Batak Toba lainnya. Salah satu keunikannya adalah, sulim mampu mengubah sebuah tradisi yang sudah dilestarikan bertahun-tahun tanpa mengubah ciri khas dari instrumen itu sendiri.

Selain itu, alat musik Sulim termasuk instrumen yang unik jika dibandingkan dengan instrumen tradisi Batak Toba lainnya. Salah satu keunikannya adalah, sulim mampu mengubah sebuah tradisi yang sudah dilestarikan bertahun-tahun tanpa mengubah ciri khas dari alat musik itu sendiri. Dalam buku yang ditulis oleh Sidabutar, pada tahun 2013, “Dilihat dari karakteristik organologisnya, sulim hampir sama dengan jenis seruling yang ada pada etnis lain pada umumnya. Perbedaannya hanya pada penambahan lobang yang dibalut oleh sebilah kertas tipis ataupun plastik tipis pada pertengahan antara lobang tiupan dengan lobang nada. Lobang tambahan ini dapat menciptakan warna bunyi yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan instrumen seruling yang lain”  Bila dilihat dari bentuknya, dalam Sulim terdapat beberapa tangga nada yaitu tangga nada kromatik dan tangga nada mayor. Tangga nada kromatik adalah tangga nada yang terdiri dari kumpulan semua nada dalam musik. Dalam acara adat Batak, Sulim berperan sebagai pembawa irama, yang mampu mengubah tradisi musik tiup, menjadi sebuah formasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan istilah ‘Sulkibta’. Tradisi ini menggunakan 3 alat musik, yaitu sulim, kibot, taganing.