Web phising adalah sebuah teknik penipuan online yang dilakukan untuk memperoleh informasi pribadi pengguna, seperti nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan kata sandi. Informasi tersebut kemudian akan digunakan untuk berbagai macam kejahatan, seperti pencurian identitas, penipuan finansial, dan pencurian data.

Web phising biasanya dilakukan dengan membuat situs web palsu yang menyerupai situs web asli. Situs web palsu tersebut kemudian akan digunakan untuk memancing korban agar memasukkan informasi pribadi mereka. Agar tidak menjadi korban web phising, ada baiknya Anda memahami cara kerja teknik penipuan ini sehingga dapat terhindar dari kerugian.

Berikut adalah beberapa cara membuat web phising yang perlu Anda ketahui:

1. Mengenali Web Phising dan Jenis-Jenisnya

Web phising adalah situs web palsu dibuat untuk meniru situs web resmi atau asli. Situs ini dibuat dengan tujuan untuk menipu korban agar memasukkan informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan kata sandi.

Jenis-jenis web phising antara lain:

  • Phishing klasik:
    Jenis phising ini adalah yang paling umum. Pelaku membuat situs web palsu yang menyerupai situs web asli suatu perusahaan atau organisasi.
  • Spear phishing:
    Jenis phising ini menargetkan individu atau kelompok tertentu. Pelaku mengirimkan email atau pesan teks yang berisi tautan ke situs web palsu.
  • Whaling phishing:
    Jenis phising ini menargetkan eksekutif atau pejabat tinggi perusahaan. Pelaku mengirimkan email atau pesan teks yang berisi tautan ke situs web palsu yang menyerupai situs web perusahaan korban.
  • 2. Teknik-Teknik Phishing yang Sering Digunakan

    Pelaku phising menggunakan berbagai teknik untuk menipu korbannya. Beberapa teknik yang sering digunakan antara lain:

  • Penggunaan domain dan alamat email palsu:
    Pelaku membuat domain dan alamat email palsu yang menyerupai domain dan alamat email asli perusahaan atau organisasi.
  • Desain situs web yang mirip dengan situs web asli:
    Pelaku mendesain situs web palsu agar terlihat semirip mungkin dengan situs web asli. Hal ini dilakukan untuk mengelabui korban agar mereka percaya bahwa mereka sedang berada di situs web asli.
  • Penggunaan konten yang meyakinkan:
    Pelaku menggunakan konten yang meyakinkan, seperti artikel, berita, dan testimonial palsu untuk membuat korban percaya bahwa situs web mereka asli.
  • 3. Cara Kerja Phishing

    Pelaku phising biasanya akan mengirimkan email atau pesan teks yang berisi tautan ke situs web palsu. Korban yang mengklik tautan tersebut akan diarahkan ke situs web palsu tersebut. Di situs web palsu tersebut, korban akan diminta untuk memasukkan informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan kata sandi.

    Setelah korban memasukkan informasi pribadi mereka, pelaku phising akan dapat menggunakan informasi tersebut untuk melakukan berbagai macam kejahatan, seperti pencurian identitas, penipuan finansial, dan pencurian data).

    4. Melaporkan Situs Web Phishing

    Jika Anda menemukan situs web phising, segera laporkan ke pihak berwajib. Anda dapat melaporkan situs web phising ke polisi atau lembaga terkait lainnya. Anda juga dapat melaporkan situs web phising ke perusahaan atau organisasi yang ditiru oleh pelaku phising. Dengan melaporkan situs web phising, Anda dapat membantu mencegah orang lain menjadi korban.

    5. Tips Menghindari Phishing

    Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari phishing, antara lain:

  • Jangan mengklik tautan yang terdapat dalam email atau pesan teks yang mencurigakan.
  • Periksa URL situs web sebelum memasukkan informasi pribadi Anda.
  • Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun.
  • Aktifkan fitur keamanan di perangkat Anda, seperti antivirus dan firewall.
  • Jangan pernah memberikan informasi pribadi Anda melalui telepon atau email.
  • 6. Contoh Web Phising

    Berikut ini adalah beberapa contoh web phising yang pernah terjadi:

  • Pada tahun 2016, pelaku phising membuat situs web palsu yang menyerupai situs web Bank Indonesia. Situs web palsu tersebut digunakan untuk menipu korban agar memasukkan informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan kata sandi.
  • Pada tahun 2017, pelaku phising membuat situs web palsu yang menyerupai situs web Direktorat Jenderal Pajak. Situs web palsu tersebut digunakan untuk menipu korban agar memasukkan informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan nomor NPWP.
  • Pada tahun 2018, pelaku phising membuat situs web palsu yang menyerupai situs web Badan Kepegawaian Negara (BKN). Situs web palsu tersebut digunakan untuk menipu korban agar memasukkan informasi pribadi mereka, seperti nama, alamat, nomor telepon, dan nomor KTP.
  • 7. Kesimpulan

    Web phising adalah kejahatan online yang dapat merugikan korban. Ada baiknya Anda memahami cara kerja teknik penipuan ini dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kerugian.

    Artikel Terkait :

    Bagikan:

    Tags:

    Leave a Comment