Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan benda-benda yang dapat dan tidak dapat menghantarkan arus listrik. Benda yang dapat menghantarkan arus listrik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut isolator.

Konduktor adalah benda-benda yang dapat mengalirkan arus listrik dengan baik. Contoh konduktor antara lain logam, seperti tembaga, aluminium, dan besi. Sebaliknya, isolator adalah benda-benda yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dengan baik. Contoh isolator antara lain plastik, karet, dan kayu.

Perbedaan antara konduktor dan isolator terletak pada struktur atomnya. Atom konduktor memiliki elektron valensi yang bebas bergerak, sedangkan atom isolator memiliki elektron valensi yang terikat kuat. Elektron valensi adalah elektron yang berada di kulit terluar atom. Elektron valensi yang bebas bergerak dapat mengalirkan arus listrik, sedangkan elektron valensi yang terikat kuat tidak dapat mengalirkan arus listrik.

Jenis-jenis Benda yang Tidak Dapat Menghantarkan Arus Listrik dengan Baik

1. Plastik

Plastik adalah isolator yang paling umum digunakan. Plastik terbuat dari bahan-bahan kimia yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Plastik sering digunakan untuk membuat kabel listrik, pipa air, dan peralatan rumah tangga.

Contoh plastik yang sering digunakan sebagai isolator antara lain polietilen (PE), polipropilen (PP), dan polivinil klorida (PVC).

2. Karet

Karet adalah isolator alami yang berasal dari pohon karet. Karet memiliki sifat elastis dan tahan terhadap panas. Karet sering digunakan untuk membuat ban mobil, selang air, dan gasket.

Contoh karet yang sering digunakan sebagai isolator antara lain karet alam, karet sintetis, dan karet silikon.

3. Kayu

Kayu adalah isolator yang berasal dari pohon. Kayu memiliki sifat ringan dan mudah dibentuk. Kayu sering digunakan untuk membuat furnitur, rumah, dan jembatan.

Contoh kayu yang sering digunakan sebagai isolator antara lain kayu jati, kayu mahoni, dan kayu pinus.

4. Kaca

Kaca adalah isolator yang terbuat dari campuran pasir, soda ash, dan kapur. Kaca memiliki sifat bening dan tahan terhadap panas. Kaca sering digunakan untuk membuat jendela, botol, dan peralatan laboratorium.

Contoh kaca yang sering digunakan sebagai isolator antara lain kaca soda-lime, kaca borosilikat, dan kaca kuarsa.

5. Keramik

Keramik adalah isolator yang terbuat dari campuran tanah liat, pasir, dan feldspar. Keramik memiliki sifat keras dan tahan terhadap panas. Keramik sering digunakan untuk membuat ubin lantai, piring, dan pot bunga.

Contoh keramik yang sering digunakan sebagai isolator antara lain keramik tanah liat, keramik porselen, dan keramik stoneware.

6. Mika

Mika adalah isolator alami yang berasal dari mineral mika. Mika memiliki sifat tipis, fleksibel, dan tahan terhadap panas. Mika sering digunakan untuk membuat jendela kompor, tabung vakum, dan kapasitor.

Contoh mika yang sering digunakan sebagai isolator antara lain mika muskovit, mika flogopit, dan mika biotit.

7. Belerang

Belerang adalah isolator alami yang berasal dari aktivitas vulkanik. Belerang memiliki sifat padat, rapuh, dan mudah terbakar. Belerang sering digunakan untuk membuat korek api, bahan peledak, dan pestisida.

Contoh belerang yang sering digunakan sebagai isolator antara lain belerang murni, belerang dioksida, dan belerang trioksida.

Kesimpulan

Benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebut isolator. Isolator digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membuat kabel listrik, pipa air, dan peralatan rumah tangga. Jenis-jenis isolator yang umum digunakan antara lain plastik, karet, kayu, kaca, keramik, mika, dan belerang.

Artikel Terkait :

Bagikan:

Tags:

Leave a Comment