Liputandigital.com – Muhammad Qodari yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp261,9 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Informasi tersebut merujuk pada laporan per 19 Januari 2025 yang diakses melalui situs elhkpn.kpk.go.id pada 18 September 2025.
Qodari lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 15 Oktober 1973. Ia dikenal luas sebagai pengamat politik dan pendiri Indo Barometer.
Riwayat pendidikannya mencakup S1 Psikologi Sosial di Universitas Indonesia yang diselesaikan pada 1997, S2 Perilaku Politik di University of Essex, Inggris, pada 2002, serta S3 Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada 2016 dengan predikat sangat memuaskan.
Sebelum terjun ke jabatan publik, ia pernah mengisi posisi Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan mendirikan Indo Barometer pada 2006. Pada Juli 2025, Qodari juga ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina Hulu Energi.
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Qodari dilantik menjadi Wakil Kepala KSP pada 21 Oktober 2024.
Ia kemudian naik menjadi Kepala KSP pada 17 September 2025 menggantikan AM Putranto. Saat ini, Qodari digeser ke posisi baru sebagai Kepala Bakom.
Berdasarkan laporan LHKPN, total harta Qodari mencapai Rp261.937.383.652 setelah dikurangi utang sekitar Rp2,8 miliar.
Sebagian besar asetnya berupa tanah dan bangunan dengan nilai Rp182,7 miliar. Ia melaporkan memiliki 176 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Depok, Bogor, Sukabumi, Lampung, Palangka Raya, Balikpapan, Lombok Utara, dan Pulang Pisau. Seluruh aset properti tersebut dinyatakan sebagai hasil usaha sendiri.
Qodari juga mencantumkan kepemilikan empat kendaraan bermotor dengan total nilai Rp933 juta yang terdiri dari Toyota Kijang Innova, Neta V-II, Honda CMX500 Rebel, dan Wuling Air EV Long Range.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp9,8 miliar, surat berharga Rp475 juta, kas dan setara kas sebesar Rp70,7 miliar, serta harta lainnya Rp11 juta.
